DetikNews
Kamis 15 Februari 2018, 18:10 WIB

Beda Keterangan, Fachri Kini Sebut Beli Sabu Terakhir 4 Februari

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Beda Keterangan, Fachri Kini Sebut Beli Sabu Terakhir 4 Februari Fachri Albar di Polres Jaksel. (Kanavino/detikcom)
Jakarta - Fachri Albar kembali menjalani pemeriksaan terkait kasus narkoba di Polres Jakarta Selatan hari ini. Fachri kini menyebut terakhir kali membeli sabu pada 4 Februari 2018.

"Karena ada banyak perbedaan keterangan antara yang disampaikan di interogasi awal dan hari ini. Kemarin bilang sabu sebulan yang lalu dari seorang yang tidak dikenal atau tidak diingat lagi. Ternyata ada hari ini sudah menyebutkan nama. Dari siapa kemudian dibeli terakhir 4 Februari sekitar 2 minggu yang lalu," kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto di Mapolres Jaksel, Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Kamis (15/2/2018).

Mardiaz menerangkan perbedaan keterangan ini disebabkan oleh Fachri saat diinterogasi kemarin masih dalam keadaan terkejut. Pemeriksaan hari ini pun telah didampingi kuasa hukumnya, Sandy Arifin.

"Kalau memang pada saat pemeriksaan hari ini yang sudah pro justitia, kemudian juga sudah didampingi oleh penasihat hukumnya, ya itu tentunya akan kita telusuri," terangnya.


Selain itu, Mardiaz menjelaskan Fachri sejak kemarin telah mengakui narkoba yang ada di rumahnya adalah miliknya. Hasil tes urine pun menunjukkan ada keterkaitan dengan barang bukti tersebut.

"Selama ini dalam pemeriksaan tersangka bahwa tersangka mengakui barang milik dia, dan dari hasil tes urine kemarin di mana positif," jelasnya.

Sebelumnya, Fachri mengaku mengonsumsi ganja sejak 2015. Selain itu, dia pernah mengaku mengonsumsi dan membeli sabu sebulan yang lalu. Pernyataannya kini berbeda.

Fachri ditangkap pada Rabu (14/2) kemarin, pukul 07.00 WIB, di rumahnya di kawasan Cirendeu. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa sabu, lintingan ganja, dan beberapa alat isap.

Fachri disangkakan Pasal 112 sub 111 UU Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun penjara.
(knv/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed