DetikNews
Selasa 13 Februari 2018, 16:25 WIB

Polri: Penyerang Gereja Lidwina 3 Kali Ajukan Paspor untuk ke Suriah

Audrey Santoso - detikNews
Polri: Penyerang Gereja Lidwina 3 Kali Ajukan Paspor untuk ke Suriah Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Polri menyebut penyerang Gereja Santa Lidwina, Suliono (23), berkali-kali mengajukan permohonan pembuatan paspor untuk ke Suriah. Namun permohonan itu ditolak pihak Imigrasi.

"Dia apply paspor yang informasinya dia akan ke Suriah. Kemudian sudah dua atau tiga kali dia apply, tapi terkendala dengan dokumentasi dia, kalau tidak salah dia KTP atau apa yang kurang bisa diterima oleh Imigrasi," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (13/2/2018).

"Sehingga paspornya ditolak Imigrasi Magelang dan Imigrasi di Yogya," sambung Setyo.


Informasi yang diterima kepolisian, Suliono memang berupaya hijrah ke Suriah. Setyo menerangkan Suliono datang ke Yogyakarta hanya untuk transit. Tujuan utamanya adalah mengurus keberangkatannya ke Suriah yang sebelumnya terkendala.

"Artinya, dia datang ke Yogya itu memang transit dan dia tidak mempunyai tempat tinggal khusus di Yogya. Saya dapat informasi dia memang berupaya melakukan jihad mau ke luar negeri," ujarnya.


Polisi sampai saat ini belum memeriksa Suliono secara pro justitia atau resmi dengan berita acara pemeriksaan (BAP). Sebab, Suliono belum dinyatakan pulih oleh tim medis.

"Belum di-BAP tapi sudah diinterogasi. Interogasi baru wawancara, wawancara. Interogasi belum pro justitia. Itu dimungkinkan untuk informasi awal. Nanti akan didalami lagi dan pro justitia kalau sudah BAP. Setelah sembuh di-BAP karena kalau belum sembuh, tidak boleh (diperiksa)," tuturnya.
(aud/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed