DetikNews
Selasa 13 Februari 2018, 15:02 WIB

Cegah Banjir, LIPI Minta Pemprov DKI Buat Aturan Pemompaan Air Tanah

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Cegah Banjir, LIPI Minta Pemprov DKI Buat Aturan Pemompaan Air Tanah Ilustrasi banjir di Jakarta (Foto: Agung Pambudhy-detikcom)
FOKUS BERITA: Banjir 2018
Jakarta - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Adrin Tohari, menyebut banjir di Jakarta bukan hanya disebabkan oleh meluapnya Kali Ciliwiung tapi juga karena permukaan tanah yang turun. Untuk mencegah hal tersebut, Adrin menyarankan Pemprov DKI untuk menghentikan pemompaan air tanah secara berlebihan.

"Jadi banjir di Jakarta itu tidak hanya dari sungai Ciliwung tapi karena genangan akibat adanya muka tanah yang turun setempat-setempat. Cara menangani dengan regulasi setop pemompaan air tanah yang berlebihan. Sediakan air bersih dari PDAM untuk mensuplai ke hotel yang biasanya menggunakan air tanah banyak. Atau ke daerah kawasan industri atau penduduk," kata Adrin saat ditemui di kantor LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jaksel, Selasa (13/2/2018).

Adrin lantas mencontohkan fenomena pemompaan air dan permukaan tanah itu seperti busa. Jika air di tanah Jakarta terus dipompa secara berlebihan maka akan menyusut dan permukaan tanah semakin turun.

"Itu ada fenomena penurunan permukaan tanah. Permukaan tanah akibat pemompaan air tanah yang berlebih. Seperti kita punya busa. Kita isi air. Kita tekan busanya. Air keluar. Makin lama busanya makin mengecil kan. Sama dengan tanah di Jakarta. Karena sifatnya tanahna yang sudah terisi air. Ketika dipompa. Air dikeluarkan dari pori-pori itu maka dengan serta merta tanah itu akan nenyusut maka permukaan tanah akan turun," ujarnya.




"Ketika tanah turun maka kemudian air dari laut menggenangi daerah yang rendah semakin masuk. Ketika dia turunnya setempat setempat, di sini turun, di sini enggak. Maka air akan mudah tergenang kan. Nggaak bisa lari ke daerah rendah karena ada penghalanganya," sambungnya.

Menurut Adrin, pemompaan air tanah itu berbeda dengan sumur yang ada di permukiman warga. Kata dia, pemompaan tanah biasanya mempunyai kedalaman sekitar 300 meter.
(knv/rvk)
FOKUS BERITA: Banjir 2018
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed