DetikNews
Minggu 11 Februari 2018, 15:30 WIB

Melukis Demi Solidaritas untuk Guru Budi yang Tewas di Sampang

Aditya Mardiastuti - detikNews
Melukis Demi Solidaritas untuk Guru Budi yang Tewas di Sampang Para siswa melukis untuk aksi solidaritas Guru Budi (Foto: dok. Yahya TS)
Jakarta - Puluhan siswa-siswi SMA Muhammadiyah 18 Jakarta menggelar aksi solidaritas menyikapi tewasnya guru seni rupa SMA di Sampang, Ahmad Budi Cahyono. Mereka melukis di kertas dengan tema 'Peduli Guru Budi On The Street'.

Aksi ini dilakukan di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (11/2/2018), saat Car Free Day pagi tadi. Salah satu guru yang ikut mendampingi para siswa mengatakan aksi ini juga sebagai edukasi para murid bahwa guru merupakan orang tua di sekolah.

"Tujuannya supaya (murid) memahami guru juga orang tua kamu bukan musuh. Jadi nggak perlu diapa-apakan guru itu. Di dalam sekolah guru punya kekuasaan sebagai orang tua, kalau di luar sekolah orang tualah yang punya kekuasaan terhadap anaknya," kata guru senirupa Yahya TS saat dihubungi via telepon.

Guru senirupa Yahya TS berorasi demi solidaritas untuk Guru BudiGuru senirupa Yahya TS berorasi demi solidaritas untuk Guru Budi Foto: dok. Yahya TS

Yahya mengatakan dengan semangat tersebut dia mengajak para siswa untuk melukis, ada 20 siswa dan 10 guru yang terlibat dalam aksi tersebut. Mereka melukis di atas kertas duplek ukuran 55 x 72 cm dengan cat akrilik dan memakai teknik pop art.

Seperti diketahui, Ahmad Budi Cahyanto, guru honorer mengajar materi melukis, di SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, Kamis (1/2/2018). Di ruang kelas, pelaku MH, ramai dan mengganggu teman lainnya dengan mencoret-coret lukisan teman lainnya.
Para siswa melukis untuk aksi solidaritas Guru BudiPara siswa melukis untuk aksi solidaritas Guru Budi Foto: dok. Yahya TS


Guru mata pelajaran Seni Rupa itu mengingatkan siswa MH untuk tidak ramai dan mengganggu teman-temannya, tapi tidak dihiraukan. Malah siswa nakal ini menjadi-jadi mengganggu teman lainnya. Korban mendatangi dan mencoret pipi pelaku dengan cat lukis. Tapi siswa itu tiddak terima dan menganiaya sang guru.

Kemudian, korban dibawa ke ruang guru. Oleh kepala sekolah, korban dipersilahkan pulang duluan. Tiba di rumah, korban langsung tidur, karena mengeluh sakit pada lehernya. Korban akhirnya dilarikan ke RSU dr Soetomo Surabaya oleh keluarganya. Sekitar pukul 21.40 wib, kepala sekolah SMAN 1 Torjun menyampaikan kabar duka, bahwa guru seni rupa itu meninggal dunia karena mengalami MBA (Mati Batang Otak).
(ams/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed