DetikNews
Minggu 11 Februari 2018, 11:51 WIB

Novel Baswedan Jalani Operasi Tambahan di Mata Kiri Besok

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Novel Baswedan Jalani Operasi Tambahan di Mata Kiri Besok Penyidik KPK Novel Baswedan (Foto: Nur Indah Fatmawati/detikcom)
Jakarta - Penyidik KPK Novel Baswedan akan segera menjalani operasi tambahan di mata kirinya besok. Operasi ini dilakukan untuk memaksimalkan pertumbuhan selaput mata kiri sebelum pemasangan artificial cornea.

"Senin, 12 Februari 2018 mulai pagi hingga sore Novel akan melalui serangkaian proses hingga operasi tambahan pada mata kiri dilakukan. Karena setelah dilakukan pemeriksaan dan konsultasi antara dokter ahli Singapura dan Inggris, terdapat kondisi belum maksimalnya pertumbuhan selaput mata kiri bagian tengah," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Minggu (11/2/2018).


Febri menjelaskan, operasi tambahan ini akan menggeser selaput di bagian tepi mata kiri Novel, untuk menutup bagian tengah yang belum tumbuh. Sementara di bagian tepi nantinya akan ditutup dengan mengambil kulit di bibir bagian bawah.

"Operasi tahap 2 untuk pemasangan artificial cornea belum dapat dilakukan jika pertumbuhan selaput mata belum merata secara keseluruhan," imbuh Febri menerangkan.

Untuk mendukung operasi tambahan besok, Novel kini harus beristirahat. Dokter KPK juga dikatakan Febri ikut mendampingi jalannya operasi itu.


"Kami berharap dan mohon doanya agar operasi besok dan perawatan lanjutan terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan berjalan baik," ujar Febri.


Selain itu, Febri juga mengingatkan hari ini adalah tepat 10 bulan setelah penyerangan air keras terhadap Novel. Novel diserang pada 11 April 2017, namun pelaku penyerangannya hingga kini belum juga ditemukan. Sejak itu, Novel harus menjalani perawatan di Singapura.

"Setelah melewati 10 bulan sejak peristiwa terjadi, semoga penanganan perkara ini masih terus dilakukan secara serius. Jika pelaku tidak ditemukan, risiko yang sama tentu dapat terjadi pada seluruh pihak yang bekerja memperjuangkan pemberantasan korupsi," kata Febri.
(nif/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed