"Kita tangani semuanya kan. Pak Menteri (PUPR) sudah ke lapangan. Akan segera keluar surat untuk penanganan mendesak. Jadi ada beberapa kontraktor yang akan kita tugaskan untuk langsung bekerja," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto ketika ditemui di kantor Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Kamis (8/2/2018).
Waktu yang tersedia untuk menangani dampak akibat longsor adalah 10 hari. Hal ini terkait jalur Puncak yang ditutup selama 10 hari ke depan sejak Selasa (6/2) lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah itu, untuk penanganan badan jalan yang tergerus, kita perkirakan tiga bulan. Tapi dengan pengaturan lalu lintas khusus, bisa dilalui lagi (setelah 10 hari)," sambungnya.
Pihaknya juga berdiskusi dengan Pemda setempat dalam menanggulangi kejadian ini. Mereka duduk bersama untuk memindahkan pedagang yang berjualan di lokasi rawan longsor itu.
"Intinya, pedagang-pedagang akan ditempatkan di daerah khusus, nggak bisa bertebaran seperti itu. Bahaya buat mereka juga kan karena kemarin ada yang meninggal satu karena tidur di lokasi yang berbahaya," tambahnya. (idh/idh)











































