DetikNews
Kamis 08 Februari 2018, 10:36 WIB

Sidang Dakwaan Fredrich Yunadi

Saat Novanto Tiba di RS, Bimanesh Minta Perawat Buang Surat Pengantar

Rina Atriana, Faiq Hidayat - detikNews
Saat Novanto Tiba di RS, Bimanesh Minta Perawat Buang Surat Pengantar Fredrich Yunadi menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta (Foto: Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta - Jaksa KPK menyebut dr Bimanesh Sutarjo meminta perawat membuang surat pengantar rawat inap dari IGD atas nama Setya Novanto. Surat pengantar untuk Novanto kemudian dibikin baru.

Awalnya, Bimanesh meminta dokter jaga di IGD RS Medika Permata Hijau, dr Michael Chia Cahaya untuk membuatkan surat pengantar tersebut. Namun Michael menolaknya karena pasien seharusnya diperiksa lebih dulu sebelum surat pengantar itu dibuat.

Pada akhirnya, Bimanesh tetap membuat surat pengantar itu. Padahal Bimanesh bukanlah dokter jaga di IGD.

Kemudian ketika Novanto tiba di rumah sakit pukul 18.45 WIB pada 16 November 2017, mantan Ketua DPR itu langsung dibawa ke kamar VIP 323. Padahal seharusnya Novanto diperiksa lebih dulu di IGD.


"Setelah Setya Novanto berada di kamar VIP 323, dr Bimanesh Sutarjo memerintahkan Indri, perawat, agar surat pengantar rawat inap dari IGD yang telah dibuatnya dibuang dan diganti baru," ujar jaksa KPK ketika membacakan surat dakwaan Fredrich dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (8/2/2018).

Setelah itu Bimanesh membuatkan surat pengantar baru dari poli di bagian administrasi rawat inap. Padahal, menurut jaksa, sore itu bukanlah jadwal praktik Bimanesh.

Dalam kasus ini, Fredrich Yunadi selaku pengacara Novanto saat itu didakwa melakukan perbuatan merintangi proses penyidikan Novanto. Fredrich didakwa bersama-sama dr Bimanesh Sutarjo--yang dituntut dalam berkas terpisah--membuat rekayasa rekam medis Novanto.
(dhn/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed