Puncak Hujan di Februari, ini Wilayah Rawan Longsor di Pulau Jawa

Herianto Batubara - detikNews
Kamis, 08 Feb 2018 10:22 WIB
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom
Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim hujan terjadi pada Februari ini. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat, khususnya wilayah Pulau Jawa, mewaspadai longsor.

"BMKG memprediksikan hujan berintensitas tinggi akan berlangsung hingga Maret 2018 mendatang, dimana puncak hujan terjadi selama Februari 2018. Potensi bencana banjir, longsor dan puting beliung juga akan meningkat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan resminya kepada detikcom, Kamis (8/2/2018).

Dijelaskan Sutopo, potensi longsor di Pulau Jawa meluas, yaitu di daerah-daerah yang memiliki topografi pegunungan, perbukitan dan di lereng-lereng tebing yang di bawahnya banyak permukiman. Wilayah ini memanjang di Jawa bagian tengah hingga selatan.


"Dari peta potensi longsor pada Februari 2018, wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur adalah daerah yang memiliki potensi paling banyak dari ancaman longsor," jelasnya.

Peta Prakiraan wilayah terjadinya gerakan tanahLihat peta: warna ungu = bahaya tinggi, kuning = bahaya sedang, hijau = bahaya rendah (istimewa)

Daerah rawan longsor tinggi di Jawa Barat meliputi Kabupaten Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung, Bandung Barat, Bandung Selatan, Purwakarta, Garut, Sumedang, Kuningan, dan Tasikmalaya. Sedangkan di Jawa Tengah di Kabupaten Banjarnegara, Cilacap, Purwokerto, Purworejo, Pekalongan, Temanggung, Semarang, Karanganyar, Tegal, Wonogiri, Magelang, Purbalingga dan Boyolali.

Peta Prakiraan wilayah terjadinya gerakan tanahLihat peta: warna ungu = bahaya tinggi, kuning = bahaya sedang, hijau = bahaya rendah (istimewa)

Di Jawa Timur terutama di Kabupaten Ponorogo, Trenggalek, Malang, Pacitan, Mojokerto, Jember, Banyuwangi dan lainnya.

Peta Prakiraan wilayah terjadinya gerakan tanahLihat peta: warna ungu = bahaya tinggi, kuning = bahaya sedang, hijau = bahaya rendah (istimewa)

Sutopo mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diminta mengenali lingkungan sekitar dan mengetahui tanda-tanda akan terjadinya longsor. Tanda-tanda itu di antaranya, adanya retakan tanah, amblesan tanah, keluarnya mata air pada lereng, air sumur dan mata air tiba-tiba keruh, pohon dan tiang listrik miring, tembok bangunan dan fondasi tiba-tiba retak dan lainnya.

Lihat peta: warna ungu = bahaya tinggi, kuning = bahaya sedang, hijau = bahaya rendah (istimewa)Lihat peta: warna ungu = bahaya tinggi, kuning = bahaya sedang, hijau = bahaya rendah (istimewa)

"Periksa adanya retakan tanah di bukit yang merupakan cikal bakal dari mahkota longsor. Saat hujan lebat waspadalah. Jika perlu mengungsi sesaat ke tempat aman," imbuhnya. (hri/fjp)