Jika pada tahun sebelumnya Pemkot hanya melakukan penataan di beberapa titik yang biasa tergenang banjir dan memiliki drainase yang tidak baik. Namun pada tahun 2018 ini Pemkot Palembang mulai fokus pada satu kawasan terlebih dahulu dengan sistem berkesinambungan.
Penataan kawasan ini ditargetkan akan menjadi prioritas dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat, lingkungan dan tempat tinggal. Termasuk dalam mewujudkan kota layak huni sesuai program pemerintah pusat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehingga dengan bantuan pendanaan dari pemerintah pusat dan daerah, percepatan penataan kawasan kumuh akan lebih efisien dan dapat diselesaikan dengan baik.
Harnojoyo menargetkan ada 337 rumah warga di lima kelurahan yang akan mendapat bantuan. Untuk satu unit rumah diperkirakan akan mendapatkan bantuan sekitar Rp 15-28 Juta.
"Program penanganan pada tahun 2018 ini kita akan fokus pada satu titik dengan sistem keroyokan mulai dari dana APBD dan APBN. Jadi satu kampung yang kumuh akan mulai diperbaiki, baik rumah warga, drainase, tempat sampah dan fasilitas umum lainnya," sambungnya.
Sebagaimana diketahui, sejak empat tahun terakhir Pemkot Palembang telah mendapatkan prestasi Kota Layak Huni. Bahkan pada tahun 2017, kota yang menjadi pusat kuliner Pempek kembali dinobatkan dalam prestasi serupa.
"Sudah 4 tahun berturut-turut Palembang menjadi Kota Layak Huni. Pada tahun ini Palembang malah menjadi kota kedua setelah kota Solo," tutupnya. (asp/asp)











































