Tata 57 Titik Kawasan Kumuh, Pemkot Palembang Kucurkan Rp 10 Miliar

Tata 57 Titik Kawasan Kumuh, Pemkot Palembang Kucurkan Rp 10 Miliar

Raja Adil Siregar - detikNews
Kamis, 01 Feb 2018 14:51 WIB
Tata 57 Titik Kawasan Kumuh, Pemkot Palembang Kucurkan Rp 10 Miliar
Palembang - Pemkot Palembang mulai fokus melakukan penataan kawasan kumuh di kawasan padat penduduk. Ada 57 titik kawasan kumuh padat penduduk yang akan mulai ditata dengan anggaran sebesar Rp 10 miliar.

Jika pada tahun sebelumnya Pemkot hanya melakukan penataan di beberapa titik yang biasa tergenang banjir dan memiliki drainase yang tidak baik. Namun pada tahun 2018 ini Pemkot Palembang mulai fokus pada satu kawasan terlebih dahulu dengan sistem berkesinambungan.

Penataan kawasan ini ditargetkan akan menjadi prioritas dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat, lingkungan dan tempat tinggal. Termasuk dalam mewujudkan kota layak huni sesuai program pemerintah pusat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk penanganan kawasan kumuh kami telah menyiapkan alokasi dana sekitar Rp 10 Miliar, termasuk ada juga bantuan dari pusat Rp 5 miliar dan program ini akan mulai direalisasikan pada tahun 2018. Ada 57 titik kawasan kumuh yang segera akan ditangani dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat," kata Wali Kota Palembang, Harnojoyo saat ditemui di Rumah Dinas Jalan Tasik, Kamis (1/2/2018).

Sehingga dengan bantuan pendanaan dari pemerintah pusat dan daerah, percepatan penataan kawasan kumuh akan lebih efisien dan dapat diselesaikan dengan baik.

Harnojoyo menargetkan ada 337 rumah warga di lima kelurahan yang akan mendapat bantuan. Untuk satu unit rumah diperkirakan akan mendapatkan bantuan sekitar Rp 15-28 Juta.

"Program penanganan pada tahun 2018 ini kita akan fokus pada satu titik dengan sistem keroyokan mulai dari dana APBD dan APBN. Jadi satu kampung yang kumuh akan mulai diperbaiki, baik rumah warga, drainase, tempat sampah dan fasilitas umum lainnya," sambungnya.

Sebagaimana diketahui, sejak empat tahun terakhir Pemkot Palembang telah mendapatkan prestasi Kota Layak Huni. Bahkan pada tahun 2017, kota yang menjadi pusat kuliner Pempek kembali dinobatkan dalam prestasi serupa.

"Sudah 4 tahun berturut-turut Palembang menjadi Kota Layak Huni. Pada tahun ini Palembang malah menjadi kota kedua setelah kota Solo," tutupnya. (asp/asp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads