Dua Calon Presiden Masuk Putaran Kedua Pemilu Iran
Minggu, 19 Jun 2005 12:43 WIB
Jakarta - Pemilihan Presiden di Iran yang digelar Jumat (24/6/2005) akan memasuki putaran kedua. Dari tujuh calon sebelumnya, saat ini hanya 2 kandidat yang akan saling bersaing, yaitu mantan Presiden Hashemi Rafsanjani dan Walikota Teheran Mahmood Ahmadinejad.Hashemi Rafsanjani dikenal sebagai tokoh pendiri sistem Islam di Iran. Dia juga sebagai orang kedua yang paling berpengaruh setelah pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.Namun, masuknya Mahmood Ahmadinejad ke putaran kedua mengejutkan banyak orang. Banyak pengamat tidak mengira jika Ahmadinejad akan meraup sukses dalam pemungutan suara. Ahmadinejad diyakini mednapat suara dari kelompok konservatif garis keras. Pada Pemilu di Iran sebelumnya, kelompok keras pada umumnya hanya memperoleh sepuluh hingga lima belas persen. Kelompok konservatif sebelumnya mengajukan tiga orang kandidat. Namun, akhirnya mereka memobilisasi kekuatan untuk memilih Ahmadinejad. Banyak dukungan ke Ahmadinejad berasal dari wilayah miskin di pinggiran ibukota Teheran yang merupakan pendukung kelompok konservatif garis keras. "Saya adalah kandidat pilihan rakyat", ujar Ahmadinejad seperti dilansir kantor berita BBC, Minggu (19/6/2005).Namun, calon Presiden yang gugur di putaran pertama, Mehdi Karoubi, mengklaim bahwa terjadi kecurangan dalam pemungutan suara. Banyak pemilih yang menggunakan hak suaranya dua kali. Mehdi meminta dilakukannya penyelidikan atas hal tersebut. "Ada intervensi dan uang yang saling berpindah tangan", ucap Mehdi yang berasal dari kelompok reformis.Diperkirakan, Pemilu di Iran ini berhasil. Hal ini dibuktikan dengan partisipasi yang cukup tinggi dari masyarakatnya. Menurut menteri dalam negeri Iran, 62 persen warga Iran menggunakan hak suaranya dalam pemilu ini. Hal ini menunjukkan warga Iran ingin ikut ambil bagian untuk menentukan arah pemerintahan negara mereka. Awalnya, warga Iran memilih tujuh kandidat presiden dari sekitar 1000 orang yang mengajukan diri. Baru kali ini Pemilu di Iran memasuki tahap kedua. Sebelumnya calon yang ada hanya dua atau tiga saja. Untuk keluar sebagai pemenang, seorang kandidat harus mengumpulkan suara lebih dari lima puluh persen.
(atq/)










































