DetikNews
Selasa 30 Januari 2018, 15:11 WIB

Rapat dengan Komisi VIII DPR, Idrus Ceritakan Pengalaman ke Asmat

Tsarina Maharani - detikNews
Rapat dengan Komisi VIII DPR, Idrus Ceritakan Pengalaman ke Asmat Foto: Mensos Idrus Marham (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham menceritakan pengalamannya saat ditugaskan Presiden Joko Widodo ke Kabupaten Asmat, Papua. Hal ini ia sampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR.

"Segera setelah saya dilantik sebagai Mensos, tugas pertama yang ditugaskan oleh presiden adalah mengunjungi Asmat," kata Idrus di ruang rapat Komisi VIII DPR, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (30/1/2018).

Ia pun menjelaskan perjalanan panjangnya untuk bisa sampai ke Asmat. Idrus mengatakan prihatin ketika tiba di lokasi.

"Kalau boleh saya cerita, bahwa perjalanan ke Asmat itu pertama naik pesawat kita dari Jakarta, mendarat ke Timika. Lalu lanjut naik pesawat kecil, kemudian naik boat lagi menelusuri sungai-sungai. Gambarannya memang Asmat ini sangat terisolir. Kondisinya memang sangat memprihatinkan karena semuanya bangunan dibangun di atas rawa-rawa. Kemudian budaya masyarakat hidupnya sangat tergantung dengan alam," sebutnya.


Terkait penanganan Kejadian Luas Biasa (KLB) campak dan gizi buruk yang ada di Asmat, Idrus menyampaikan saat ini pemerintah telah bertindak cepat. Tim-tim sudah dibentuk dan dikerahkan di wilayah KLB.

"Kemudian dari dampak yang ada disana pemerintah telah menanggap cepat. Sudah membentuk tim dari berbagai instansi pemerintahan dan seluruh elemen masyarakat. Langkah-langkah ini secara cepat sudah menelusuri rumah-rumah masyarakat yang menyebar," papar Idrus.


Mantan Sekjen Golkar itu kemudian melaporkan hingga saat ini tim-tim tersebut masih melakukan analisis. Menurut Idrus, permasalahan yang terjadi di Asmat disebabkan oleh berbagai faktor.

"Strategi ke depan, kami laporkan bahwa sejak masih di Asmat tim masih menganalisis. Ditemukan bahwa apa yang terjadi di sana itu ada banyak faktor. Tentu ada faktor yang langsung seperti asupan gizi, sementara ada faktor tidak langsung karena terisolasi. Ini berdampak pada berbagai layanan. Harga-harga juga menjadi lebih mahal. Memang sangat sulit," tuturnya.

Selain persoalan KLB di Kabupaten Asmat, Idrus sempat menyampaikan soal penanganan bencana gempa bumi yang beberapa waktu lalu terjadi di Provinsi Banten, strategi penanganan fakir miskin, serta penyerapan anggaran Kemensos dalam tahun anggaran 2017.
(nvl/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed