Kata Puti Guntur, Anton dan Murad soal Isu SARA di Pilkada 2018

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Senin, 29 Jan 2018 00:16 WIB
Foto: Puti Guntur (Vino-detikcom)
Jakarta - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno bicara soal isu SARA di Pilkada Serentak 2018. Puti menilai masyarakat sudah cerdas dan tak akan terpengaruh dengan adanya isu tersebut.

"Saya tetap optimis iklim pilkada ini kemudian masyarakat akan semakin cerdas, tidak mudah terkontaminasi dengan hal-hal yang berkaitan dengan isu intoleransi, SARA dan sebagainya," kata di Hall Leonie, Wisma Kinasih, Jalan Raya Tapos, Depok, Minggu (28/1/2018).

Puti juga menganggap masyarakat Jawa Timur lebih mengedepankan politik yang beretika dan bermoral dalam menyambut gelaran pesta demokrasi. Masyarakat Jawa Timur juga disebutnya sebagai masyarakat yang religius.

"Saya berharap politik yang berkeadaban, yang damai, beretika dan moral terjaga," ujarnya.




Senada dengan Puti, Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Irjen Anton Charliyan mengatakan masyarakat tak akan terprovokasi dengan adanya isu SARA. Pilkada, kata Anton, seharusnya menjadi ajang adu program dan gagasan.

"Ini kan kebanyakan, jangan sampai ajang demokrasi ini menjadi ajang hoax. Kita berdiskusi, lebih baik beradu gagasan, beradu program, beradu visi misi, bukan cara-cara demokrasi yang kurang sehat. Masyarakat sudah cerdas, biarkan saja. Itu orang yang menciptakan SARA ini kan, isu SARA itu ingin memprovokasi, menciptakan perpecahan. Kalau ditanggapi. Malah akan semakin menjadi. Kalau tidak ditanggapi kan, bahwa runusnya itu tidak laku," ujar Anton.

Berbeda dengan dua orang sebelumnya, Calon Gubernur Mauluku Irjen Murad Ismail tak mau berbicara banyak soal isu SARA. Dia mengatakan tak ada isu SARA dalam pesta demokrasi nanti.

"Nggak ada, nggak," ucap Murad singkat.



Sebelumnya, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri memberikan arahan kepada seluruh peserta sekolah partai calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. Megawati menekankan pentingnya menghindari money politics dan isu SARA.

"Pertanyaan apakah mengenai Ibu Mega akan menekankan calon kepala daerah untuk menghindari strategi money politics dan menghindari isu SARA. Jawabannya benar 100 persen. Bahkan Saya yakin, nafas ideologi Bu Mega sama seperti kader," kata Wasekjen PDIP Ahmad Basarah di Hall Leonie, Wisma Kinasih, Jalan Raya Tapos, Depok, Minggu (28/1). (knv/rvk)