Polantas Diseret Penerobos Busway, Polda: Jangan Kabur Jika Ditilang

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 24 Jan 2018 17:05 WIB
Foto: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (Ari Saputra-detikcom)
Foto: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (Ari Saputra-detikcom)
Jakarta - Polisi menangkap pengemudi mobil yang mengakibatkan Bripda Dimas Prianggoro terluka ketika menilangnya karena menerobos busway di Matraman, Jakarta Timur. Belajar dari kasus ini, polisi mengimbau masyarakat untuk tidak melawan petugas ketika ditilang.

"Hadapi saja kalau ditilang, tidak usah kabur dan malah melawan petugas yang bisa menimbulkan pidana baru, karena polisinya kan jadi terluka karena diseret pelaku," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (24/1/2018).

. "Kalau pelanggaran lalu lintas kan sanksinya paling ditilang, tidak perlu sampai melawan petugas," imbuhnya.

Insiden terseretnya Bripda Dimas pada Kamis (18/1) lalu, disebut Argo sebagai risiko tugas anggota kepolisian. Anggota polisi diimbau untuk memperhatikan keselamatan saat bertugas di lapangan.

"Itu risiko sebagai polisi, kita harus waspada dan berhati-hati saat melaksanakan tugas itu dan tentunya sesuai prosedur," tambahnya.

Polisi telah menangkap Tessa Granitsa Satari (34), pengemudi mobil Cadillac yang melawan polantas ketika hendak ditilang di Matraman, Jakarta Timur. Dia ditangkap di Hotel Crown, Jakarta Barat pada Senin (23/1) malam.

"Yang bersangkutan dijerat Pasal 212 KUHP karena melawan petugas dengan ancaman hukuman di atas 2 tahun penjara," imbuhnya.


Insiden terjadi ketika Dimas tengah bertugas mengatur lalu lintas di Jl Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur. Saat itu, pelaku menerobos busway kemudian dihentikan oleh Dimas.

Dimas saat itu meminta pelaku untuk menunjukkan surat-surat kendaraannya, namun pelaku menarik tangan Dimas hingga terseret mobil pelaku. Akibat kejadian itu, Dimas mengalami luka-luka. (mei/idh)