detikNews
Rabu 24 Januari 2018, 16:32 WIB

Pemerintah Pastikan Usut Hilangnya Bangkai Kapal Belanda di Laut Jawa

Jabbar Ramdhani - detikNews
Pemerintah Pastikan Usut Hilangnya Bangkai Kapal Belanda di Laut Jawa Salah satu kapal Belanda yang hilang/Foto: Royal Navy Official Photographer
Jakarta - Di akhir 2016 lalu, Pemerintah Belanda meminta dilakukan investigasi atas hilangnya bangkai 3 kapal perang Belanda di laut Jawa. Pemerintah memastikan pengusutan hal tersebut dilakukan dengan serius.

"Pemerintah Indonesia memandang serius laporan Pemerintah Belanda atas hilangnya kerangka kapal perang Belanda di Laut Jawa dan sudah ditindaklanjuti dengan adanya pertemuan Joint Expert Meeting I dan II," ujar Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Jhonny dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Rabu (24/1/2017).



Joint Expert Meeting (JEM) I dan II yang dilaksanakan di tahun 2017, dikoordinir Kementerian Luar Negeri dengan beranggotakan perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, TNI Angkatan Laut, Arkeologi Nasional, Lembaga Cagar Budaya Belanda dan Angkatan Laut Belanda.

"Dan kemarin (23/1), menindaklanjuti Joint Expert Meeting II, diadakan pertemuan yang dikoordinir Kementerian Luar Negeri dengan agenda membahas langkah-langkah kedepan terkait bentuk kerjasama yang akan diusulkan Pemerintah Indonesia untuk Pemerintah Belanda dalam hal konservasi cagar budaya dan cultural heritage di perairan Indonesia," ujar Jhonny.



Menurut Jhonny, laporan hilangnya kerangka kapal perang Belanda harus disikapi dengan hati-hati tanpa perlu menuduh pihak-pihak tertentu tanpa disertai bukti disamping adanya keharusan menjaga hubungan baik antar kedua negara.

"Terkait peranan Ditjen Hubla di pertemuan JEM dimaksud adalah bagaimana suatu proses pengangkatan kerangka kapal atau salvage baik perizinan yang dikeluarkan maupun metode pelaksanaan yang digunakan untuk mengangkat kapal dengan kedalaman laut tertentu. Tentunya, semua perizinan yang dikeluarkan Ditjen Hubla sudah sesuai prosedur sesuai ketentuan yang berlaku," kata Jhonny.

Jhonny mengatakan, Ditjen Hubla akan menindak tegas penyalahgunaan izin salvage yang dapat merugikan negara ataupun pihak lain.



"Tindakan tegas berupa peringatan I s.d. III hingga pencabutan izin salvage perusahaan pelayaran, sanksi pidana dan perdata akan diberlakukan sesuai ketentuan perundang-undangan bagi perusahaan salvage yang melakukan kegiatan tidak sesuai dengan perizinan yang diterbitkan oleh Direktorat KPLP," kata Jhonny.

Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte memberikan laporan hilangnya kerangka kapal perang Belanda kepada Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya ke Jakarta, November 2016 lalu.

Dalam laporannya, 3 (tiga) kerangka kapal perang milik Belanda yaitu HNLMS De Ruyter, HNLMS Java dan HNLMS Kortenaer dinyatakan hilang dari lokasi koordinatnya di perairan dekat Pulau Bawean, Jawa Timur.
(fjp/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com