100 Hari Anies-Sandi

Cerita Pengawal Soal 3 Hal yang Harus Ada Saat Sandiaga Lari Pagi

Indra Komara - detikNews
Rabu, 24 Jan 2018 09:44 WIB
Rahman (tengah) pengawal Sandiaga / Foto: Dok. Istimewa
Rahman (tengah) pengawal Sandiaga / Foto: Dok. Istimewa
Jakarta - Matahari belum tampak. Di saat banyak orang masih terlelap, Rahman sudah bersiap menuju Jalan Pulo Bangkeng, Senopati, kediaman Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Usai menunaikan salat Subuh, Rahman bersiap dengan pakaian olah raga dan menuju rumah milik orang nomor dua di DKI Jakarta itu menggunakan mobil.

Rahman adalah satu dari delapan pengawal pribadi Sandiaga Uno. Rahman sudah menjadi pengawal Sandi sejak hari Sandiaga dilantik.



Dia bersama 7 pengawal lainnya selalu menemani kegiatan Sandiaga lari pagi. Jadwalnya 4 kali dalam seminggu, hari Selasa, Rabu, Jumat, dan Minggu.

"Bangunnya pagi, setelah salat Subuh jalan ke Bangkeng. Dari rumah dinas terus ke rumah bapak di Pulo Bangkeng," kata Rahman kepada detikcom di Balai Kota, Selasa (23/1/2018).

Rahman menceritakan, tidak ada ritual khusus yang dilakukan Sandiaga sebelum mengerahkan tenaganya untuk berlari menuju kantornya di Balai Kota. Namun, ada 3 benda yang nyaris tidak pernah absen menemaninya saat berlari yaitu air minum, alat mendengarkan musik dan kaca mata renang.

"Biasanya bapak habis lari, terus renang, trus main basket, jadi kacamata renang sama JBL (alat mendengarkan musik) sudah wajib bawa," tutur Rahman.



Selama lari pagi, Sandiaga selalu memperhatikan infrastruktur ibu kota. Pandangan matanya selalu tertuju pada sudut-sudut Jakarta yang masih memiliki kendala.

"Saya kan sering ngikutin bapak lari, bapak tuh lari dari rumah ke kantor sepanjang jalan sambil lihat-lihat saluran air, gorong-gorong, taman, terus trotoar yang kadang dialih fungsikan. Bapak kadang complain," ujarnya.

Bagi Rahman, Sandiaga adalah sosok yang tegas. Sandiaga juga kerap berbagi wawasan kepada bawahannya.

"Bapak sering bagi-bagi ilmu. Istilahnya kita nambah wawasan lah. Bapak kalau sama saya, saya kan di bidang lalu lintas, paling kalau ada angkutan yang bandel terus kalau ada yang nggak layak jalan suka complain dia sering minta tolong buat ngasih tahu," jelasnya.

"Kalau pulang malam, lagi capek, dia juga sering nyempetin ucapin terima kasih," tutup Rahman.

(imk/imk)