Penyelundup 1 Ton Sabu Samarkan Bisnis dengan Dalih Usaha Tambak

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 22 Jan 2018 19:30 WIB
Sidang 1 ton sabu/dok. (Yulida M-detikcom)
Jakarta - Yen Po Chun alias Paul alias Aphao menyamarkan upaya penyelundupan 1 ton sabu di Anyer dengan berpura-pura ingin membuka usaha tambak ikan.

Penyamaran soal penyelundupan ini dilakukan Aphao saat berada di Jakarta. Aphao meminta bantuan Andy, orang yang dikenal lewat Facebook tahun 2015 untuk mencarikan tempat tinggal dan menjadi sopir. Aphao menjanjikan gaji Rp 5 juta ke Andy.

Andy yang dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan di PN Jakarta Selatan, Senin (22/1/2018) mengaku mulanya menjemput Liao Guan Yu, Chen Wei Cyuan, dan Hsu Yung Li dari Bandara Soekarno-Hatta. Menyusul kemudian Li Ming Hui tiba di Jakarta. Para terdakwa itu tinggal di perumahan Duta Garden, Tangerang.

Aphao pernah meminta Andy mengantar ke Pantai Anyer. Aphao menyebut survei dilakukan terkait rencana membuka usaha tambak ikan di laut.

"Tambak di laut, katanya airnya mau dicek cocok apa enggak," kata Andy bersaksi dalam sidang di PN Jakarta Selatan.

Sidang 1 ton sabu di PN Jaksel, Senin (22/1/2018)Sidang 1 ton sabu di PN Jaksel, Senin (22/1/2018) Foto: Yulida M-detikcom


Saat itu Andy tak curiga dengan para terdakwa. Karena yang Aphao dan para terdakwa hanya memancing serta pergi ke tempat hiburan malam.

Kecurigaan baru muncul saat mobil yang disopiri Andy seakan dibuntuti mobil lain. Andy mengaku pernah diminta Aphao turun untuk menanyakan ke pengemudi mobil yang diduga membuntuti.

"Sebelum kejadian saya sempat ribut. Dia Kei (sapaan Aphao) bilang ada yang ngikutin. Dia bilang saya disuruh cek ke belakang nanya ngikutin kenapa, saya tidak berani masa ngetok-ngetok mobil orang. Lalu ada satu orang turun tetapi tidak bisa berkomunikasi akhirnya saya yang disuruh tanya. Saya tanya ke mobil itu abang kenapa kok mengikuti," ujar Andy.

Kejadian yang mirip terulang keesokan harinya. Ada mobil yang diduga membuntuti mobil yang ditumpangi Aphao. Karena merasa tidak aman, Aphao memutuskan kembali ke Taiwan beberapa hari kemudian. Para terdakwa kemudian 'dipimpin' Li Ming Hui.

Karena kejadian ini, Andy menjadi sering curiga dan menanyakan pekerjaan para terdakwa. Akibatnya Li Ming Hui meminta Andy untuk berhenti bekerja.

"Saya ribut, curiga. Saya tanya hampir tiap jam dan tiap hari kalau sebenarnya mereka kerja apa. Mereka bilang kita cuma tiap hari ke club, mancing, dan makan kok diikutin polisi. Dia bilang kalau kamu gak mau kerja lagi kamu keluar saja. Setelah itu saya keluar dan kembali ke Medan. Saya baru dapat gaji 1 kali," ujar Andy.

Ada 8 terdakwa yang menjalani sidang di PN Jaksel. Lima orang, yakni Juang Jin Sheng, Sun Kuo Tai, Sun Chih Feng, Kuo Chun Yuan, dan Tsai Chih Hung, berperan sebagai pihak yang berada dan bekerja di kapal Wanderlust.

Sedangkan tiga terdakwa, yakni, Liao Guan Yu, Chen Wei Cyuan, dan Hsu Yung Li, berperan menjemput barang bukti 1 ton sabu itu di Pantai Anyer, Serang, Banten. (yld/fdn)