DetikNews
Senin 22 Januari 2018, 16:31 WIB

Menkes Minta MenPAN-RB Sediakan Dokter untuk Daerah Terpencil

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Menkes Minta MenPAN-RB Sediakan Dokter untuk Daerah Terpencil Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dalam acara pencapaian 2017 dan resolusi 2018 MenPAN-RB di kantor KemenPAN-RB. (Wildan/detikcom)
Jakarta - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek meminta Menteri PAN-RB Asman Abnur menyediakan dokter spesialis dasar, seperti dokter anak, di daerah terpencil. Ada 1.008 puskesmas di daerah terpencil yang disebut Nila belum memiliki dokter.

Hal ini disampaikan Nila dalam acara pencapaian 2017 dan resolusi 2018 MenPAN-RB di kantor KemenPAN-RB, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, Senin (22/1/2018). Juga hadir dalam acara tersebut Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro. Sebelum sambutan, Nila terlebih dulu memberikan laporan kesehatan dari Menkes RI kepada MenPAN-RB.

"Kurangnya tenaga kesehatan, maka penyediaan tenaga medis yang cukup dan baik merupakan keharusan. Bapak Menteri PAN-RB, saya kira ini adalah keharusan karena BPJS mau bekerja sama bilamana ada dokter, termasuk dokter gigi masih kekurangan. Saya kira memang dokter gigi agak sulit. Di samping dokter dan dokter gigi, ada dokter spesialis. Sebanyak 1.008 puskesmas masih kekurangan dokter spesialis dasar, seperti anak, bedah, penyakit dalam, radiologi, dan lain-lain," kata Nila dalam sambutannya.


Nila berharap KemenPAN-RB dapat menerbitkan aturan terkait batas usia untuk dokter spesialis. Nila juga berharap agar tenaga kesehatan dari CPNS dapat dipenuhi, baik di tingkat pusat maupun daerah.

"Untuk mengikuti proses pendidikan dokter spesialis sangat lama karena kita bermain dengan nyawa manusia. Memang kita tidak menerima yang mendaftar ikut spesialis di atas umur 35. Karena itu, kami memohon MenPAN-RB untuk diterbitkannya tentang batas usia dokter spesialis," jelasnya.

Sebelumnya, Asman mengatakan akan memaparkan pencapaian kerja KemenPAN-RB pada 2017 dan resolusi untuk 2018. Acara ini untuk mempertanggungjawabkan pencapaian kerja pada 2017 dan memetakan kembali masalah-masalah pada 2017.

"Acara ini kami laksanakan dengan tujuan mempertanggungjawabkan dan melihat kembali hasil-hasil 2017 dan permasalahan-permasalahan yang belum terselesaikan sehingga kita dapat mengambil hal tersebut untuk diperbaiki pada 2018," ujar Asman.
(nvl/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed