DetikNews
Jumat 19 Januari 2018, 18:28 WIB

Verifikasi Faktual, KPU: Parpol Baru dan Lama Diperlakukan Sama

Dwi Andayani - detikNews
Verifikasi Faktual, KPU: Parpol Baru dan Lama Diperlakukan Sama Foto: Ketua KPU Arief Budiman. (Dwi Andayani/detikcom).
Jakarta - Komisi pemilihan umum (KPU) melakukan perubahan proses verifikasi pada partai lama calon partai politik peserta Pemilu 2019. KPU memastikan perubahan proses verifikasi ini juga diberlakukan untuk partai baru yang sudah pernah diverifikasi pada Pemilu 2014.

"Apa yang sudah ditetapkan (pada verifikasi sebelumnya) itu tetap berlaku, nanti terhadap 4 partai (baru) itu sejak hari ini dia juga diberlakukan dengan metode ini," ujar Ketua KPU Arief Budiman, di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (19/1/2018).

Arief mengatakan verifikasi 4 parpol baru yang sudah dilakukan tetap berlaku. Dan hasil yang didapatkan dari proses sebelumnya juga tetap dinyatakan sah.


"Tapi dengan metode sebelumnya juga berlaku, hasil dari metode sebelumnya juga tetap sah," ujar Arief.

Arief mengatakan saat ini KPU tengah melakukan penelitian hasil verifikasi 4 partai politik. Ia mengatakan bila terdapat perbaikan dalam hasil verifikasi maka KPU akan memproses dengan peraturan yang baru dari hasil revisi PKPU 7 dan PKPU 11 Tahun 2017.

"Tapi sekarang kan kita lagi melakukan penelitian juga terhadap hasil yang sudah diverifikasi, kalau ada perbaikan maka tindak lanjutnya ini mengikuti regulasi yang baru," ujar Arief.

Menurut dia, nantinya proses perhitungan untuk hasil memenuhi syarat (MS) dan tidak memenuhi syarat (TMS) juga akan disesuaikan. Bila hasil sebelumnya dinyatakan TMS namun setelah dilakukan perhitungan dengan menggunakan ketentuan yang baru dinyatakan MS, kata Arief, maka KPU akan mengambil hasil akhir dari perhitungan ulang.


"Bagaimana kalau ada cara perhitungan yang berbeda. Kita akan lihat kalau dia dinyatakan TMS tetapi dengan cara perhitungan yang baru dia MS maka akan kita ubah, dari TMS menjadi MS. Tapi kalo ternyata dia TMS kemudian dihitung dengan cara yang baru TMS berarti tetep," ujarnya.

"Jadi itu untuk menjamin bahwa terhadap seluruh calon peserta pemilu diperlakukan sama," sambungnya.

Keempat partai politik baru yang telah lolos proses verifikasi administrasi adalah PSI, Perindo, Berkarya, dan Partai Garuda. Sedangkan 12 Parpol lama yang akan diverifikasi yaitu PDIP, Hanura, NasDem, PAN, PKS, Gerindra, Golkar, PPP, Demokrat, PKB, PBB dan PKPI.

Sebelumnya, Arief mengatakan terdapat perubahan pada metode verifikasi yang digunakan. Dalam PKPU 11 Tahun 2017 Pasal 35, metode yang digunakan dalam verifikasi adalah metode sampling dan sensus.


Namun saat ini KPU hanya akan menggunakan metode sampling untuk memverifikasi data keanggotaan. Dengan perhitungan besaran sampling 5-10 persen dari jumlah anggota di kabupaten/kota.

"Kemudian metodenya juga kami ubah dari yang semula 10 persen yang semula ada sampling dan sensus, sekarang kami ubah pakai sampling semua. Dengan besaran kalau di atas 100 (anggota) itu 5 persen sampelnya, kalau di bawah 100 (anggota) itu 10 persen," ungkap Arief.
(elz/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed