DetikNews
Jumat 19 Januari 2018, 18:27 WIB

Polri hingga Pemprov DKI Diminta Bantu Urus Pencari Suaka Telantar

Arief Ikhsanudin - detikNews
Polri hingga Pemprov DKI Diminta Bantu Urus Pencari Suaka Telantar Pencari Suaka Telantar di Trotoar Kalideres, Jakarta Barat (Arief/detikcom)
Jakarta - Ada banyak pencari suaka, termasuk anak-anak dan balita, yang telantar di trotoar di depan Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Jakarta. Polri hingga Pemprov DKI Jakarta diminta ikut membantu menangani persoalan ini.

"(Pencari suaka) tanggung jawab kepolisian, TNI, itu untuk keamanan dan untuk penampungan itu pemerintah daerah. Untuk pengawasan itu Imigrasi," kata Kepala Rudenim Jakarta Morina Harahap kepada wartawan di kantornya, Jalan Peta Selatan, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (19/1/2018).

Morina mengatakan pihaknya bukan tidak punya hati membiarkan para pencari suaka dari Afganistan, Sudan, dan Somalia ini telantar di trotoar. Namun mereka sudah tidak punya tempat untuk menampung sementara.


Rudenim Jakarta, menurut Morina, hanya memiliki 51 kamar untuk menampung orang asing. Kapasitas ideal mereka menampung 85-102 orang. Saat ini mereka sudah menampung 429 orang.

Jumlah penghuni Rudenim Jakarta per 16 Januari 2018 mencapai 429 orang. Sebanyak 212 orang merupakan imigran, 145 orang pencari suaka, dan 72 orang lainnya merupakan pengungsi.

Pencari Suaka Telantar di Trotoar Kalideres, Jakarta BaratPencari Suaka Telantar di Trotoar Kalideres, Jakarta Barat

Morina juga menjelaskan Rudenim bukanlah tempat pengungsian. Rudenim adalah unit pelaksana teknis yang menjalankan fungsi keimigrasian sebagai tempat penampungan sementara bagi orang asing yang melanggar Undang-Undang Imigrasi.


Karena itu, lanjut Morina, dirinya berharap semua pihak ikut terlibat dalam penanganan pencari suaka yang telantar ini. Hal itu, menurutnya, sesuai dengan amanat dalam Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri.

"Iya bersama. Saya sebagai perempuan melihat ini, bukan tidak empati atau tidak punya hati. Persoalannya ketika kita masukkan (daya tampung sudah melebihi kapasitas)," kata Morina.

Hingga pukul 18.12 WIB ini, para pencari suaka ini masih telantar di trotoar. Keberadaan mereka jadi pusat perhatian warga dan para pengendara yang melintas. Cukup banyak warga yang iba dan memberi bantuan makanan dan minuman serta kebutuhan lainnya.

Pencari Suaka Telantar di Trotoar Kalideres, Jakarta Barat (Arief/detikcom)Pencari Suaka Telantar di Trotoar Kalideres, Jakarta Barat (Arief/detikcom)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya mengatakan sudah berkomunikasi dengan Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Masrokhan untuk menangani para pencari suaka yang terlantar di trotoar ini. Para pencari suaka ini, menurutnya, harus segera difasilitasi atas nama kemanusiaan.

"Pagi ini tim kita akan berhubungan dengan Ditjen Imigrasi agar mereka tidak telantar karena bagaimana pun juga kalau ada pengungsi datang itu ada aturannya," kata Anies pagi tadi.


Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan para imigran akan ditampung di panti sosial. Menurutnya, para pencari suaka dari Afganistan dan negara lainnya harus diberi tempat yang layak.

"Kita akan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri karena itu (trotoar) fungsinya pejalan kaki, jadi mereka harus dikasih tempat yang layak," ujarnya.
(hri/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed