DetikNews
Jumat 19 Januari 2018, 09:11 WIB

Sisir Sungai Barito, Polisi Buru Pembunuh Orang Utan Tanpa Kepala

Ibnu Hariyanto - detikNews
Sisir Sungai Barito, Polisi Buru Pembunuh Orang Utan Tanpa Kepala Foto: dok. COP
Jakarta - Polisi terus mengusut penemuan orang utan tanpa kepala di Kabupaten Buntok, Kalimantan Tengah. Polisi akan menyisir aliran Sungai Barito untuk mengungkap misteri pembunuhan orang utan.

"Tapi langkah-langkah penyelidikan terus berlanjut sambil nunggu hasil (autopsi resmi), kami tetap melidik arus sungai. Jadi kampung-kampung di atas tempat kejadian perkara (TKP) ini, kami akan lidik," kata Kapolsek Dusun Selatan, AKP Budiono, saat dihubungi detikcom, Kamis (18/1/2018).


Mengingat Sungai Barito sangat panjang, Budiono akan berkoordinasi dengan sejumlah polsek dan polres di sepanjang aliran sungai."Yang masuk ke wilayah kami ini ada dua desa di atas tapi masih ada lagi ke atas kan Sungai Barito ini panjang. Dengan kondisi yang sudah membusuk itu diperkirakan (mati) berapa hari, kami tunggu hasil autopsi resmi," ungkap Budiono.


"Kalau satu lingkup polres ada satu polsek lagi ke atas. Kalau ke atas (ke hulu) lagi ada dua polres lagi, kami juga diback up polda (Kalteng)," ujar dia.

Dia menambahkan hingga saat ini belum ada saksi tambahan yang diperiksa. Dia juga mengimbau masyarakat sekitar untuk membanti memberikan informasi kepada pihak kepolisian.

"Kami harapkan masyarakat sekitar, terutama yang di hulu TKP ini memberikan info terkait orangutan. Jika mendapat informasi langsung lapor ke kami," tutur dia.

Sebelumnya, Centre for Orang Utan Protection (COP) menyebut bangkai orang utan itu ditemukan pada Senin, 15 Januari 2018, dini hari. Sejauh ini, polisi sudah memeriksa lima saksi terkait penemuan bangkai orang utan tanpa kepala ini. Dari hasil autopsi orang utan itu mati karena ditembak dan dipenggal.

Manajer COP Ramadhani mengatakan tim menemukan 17 peluru senapan angin di tubuh orang utan berjenis kelamin jantan dewasa itu. COP merupakan salah satu anggota tim yang terlibat dalam autopsi orangutan tanpa kepala tersebut.

"Ditemukan 17 peluru senapan angin, 1 peluru senapan angin di paha kiri, 14 peluru senapan angin di badan bagian depan, dan 2 peluru senapan angin di bagian belakang badan atau punggung," kata Ramadhani.


(ibh/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed