DetikNews
Jumat 19 Januari 2018, 00:45 WIB

Pilkada Serentak 2018

Calon Tunggal, Petahana Bupati Puncak Yakin Kurangi Potensi Konflik

Elza Astari Retaduari - detikNews
Calon Tunggal, Petahana Bupati Puncak Yakin Kurangi Potensi Konflik Willem Wandik saat mendapat penghargaan Bupati Terbaik. (Foto: dok. pribadi)
Jakarta - Kabupaten Puncak, Papua, menjadi salah satu daerah dengan calon tunggal pada Pilkada Serentak 2018. Sang calon, Willem Wandik, yang juga merupakan calon bupati petahana, yakin kondisi ini justru akan membuat pilkada di wilayahnya menjadi lebih baik.

"Kami terus mempersiapkan yang terbaik bagi daerah Puncak, Papua, meski kami berhadapan dengan kotak kosong. Kami akan terus bekerja, bekerja, dan bekerja demi kesejahteraan masyarakat yang terisolasi," ujar Wandik dalam keterangannya, Kamis (18/1/2018).

Menurutnya, calon tunggal akan mengurangi potensi konflik di wilayah Puncak. Sebab, kabupaten di Pegunungan Papua tersebut memiliki karakter yang berbeda dengan wilayah lain.


"Kotak kosong ini juga menurunkan potensi konflik antarpendukung yang terjadi di kabupaten kami. Pada pemilihan awal demokrasi Kabupaten Puncak bergulir, daerah kami sudah kehilangan 50 orang pahlawan demokrasi yang meninggal karena konflik pilkada," ucap Wandik.

Kabupaten Puncak pernah mengalami sejarah sulam saat pelaksanaan pilkada. Saat itu 51 warga tewas karena perang selama proses pilkada dalam kurun waktu dua tahun pada kisaran 2011-2013. Meski pilkada sudah selesai, suasana masih mencekam hingga awal 2015.

"Begitu banyak kehilangan nyawa, waktu, dan biaya, kita tidak mau itu terjadi lagi," kata Wandik.

Perang tersebut terjadi akibat dualisme rekomendasi dari Partai Gerindra. Kala itu perang terjadi antara pendukung Silom Alom dan Elvis Tabune, yang merupakan perwakilan dari Distrik Gome dan Distrik Ilaga. Pemilihan langsung bupati dilaksanakan pada 14 Februari 2013 di mana akhirnya memenangkan Wandik, yang merupakan politikus PDIP, dan wakilnya, Revinus Telenggen.

Baca Juga: Cerita 'Perang Saudara' di Puncak Papua yang Tewaskan 51 Orang karena Pilkada

"Dalam kurun waktu itu, 51 orang meninggal akibat perang saudara. Di kali (penghubung Gome-Ilaga) terjadi baku hantam. Pak Simon ini meninggal saat perang, dia bupati pertama di Puncak," ucap Wandik.

Permasalahan 'perang saudara' itu kemudian diselesaikan secara adat. Pemkab Puncak harus membayar Rp 1 miliar untuk per satu kepala korban meninggal. Pemda juga harus memfasilitasi tradisi bakar batu untuk mendamaikan kedua belah pihak. Biayanya juga sangat besar. Dana untuk bayar ganti rugi itu juga turut dibantu oleh pemerintah pusat.

Mengingat peristiwa itu, cabup incumbent ini melihat calon tunggal bisa mengurangi adanya potensi konflik di Puncak. Apalagi, kata Wandik, Papua memiliki sistem demokrasi dengan cara noken. Warga akan mengikuti apa kata kepala sukunya.

"Semua harus diminimalkan potensi konflik tersebut agar masyarakat Puncak, Papua, mengenal demokrasi yang lebih baik lagi meski sebagian kami masih menggunakan noken sebagai sistem," tuturnya.


Wandik akan kembali maju di Pilbup Puncak dengan berganti pasangan. Dia maju bersama Alus Murib dan mendapat dukungan dari 10 partai.

"Saya dan calon wakil bupati menyampaikan terima kasih banyak kepada pimpinan partai, khususnya 10 partai yang resmi mendukung kembali saya menjadi calon Bupati Puncak, Papua," ungkap Wandik.

"Ini menunjukkan kami masih dipercaya rakyat dan partai untuk bersama-sama membangun daerah di pegunungan tengah Papua. Ini merupakan amanah yang besar buat kami," sambungnya.

Baca Juga: Sudah Ada SPBU, Harga Bensin di Puncak Papua Kini Tak Lagi Rp 50 Ribu/Liter

Salah satu partai pendukung Wandik, Hanura, menyatakan mendukung calon petahana ini karena prestasinya membangun wilayah Puncak, Papua. Wandik sendiri merupakan putra daerah yang berhasil membuat Puncak mulai keluar dari keterisolasian. Barang-barang kebutuhan yang harganya selangit saat ini sudah mulai turun di bawah kepemimpinannya. Atas bantuan pemerintah pusat, harga bensin yang dulu bisa mencapai Rp 50 ribu untuk satu liter saat ini sudah sama dengan wilayah Jawa.

"Hanura sudah memberikan SK dukungan untuk Willem Wandik dan Alus Murib untuk mencalonkan diri kembali sebagai bupati dan wakil bupati periode 2018-2023. Alasannya, beliau diterima penuh oleh masyarakat dan Hanura melihat hasil kinerja beliau memang nyata dan sangat prorakyat. Dan yang perlu digarisbawahi, program beliau itu satu visi dengan apa yang dicita-citakan oleh Partai Hanura untuk kesejahteraan rakyat," papar Sekjen Hanura Harry Lontung Siregar dalam keterangan yang sama.

Seperti diketahui, Kabupaten Puncak merupakan salah satu wilayah dengan calon tunggal di Pilkada Serentak 2018. Sebanyak 12 wilayah lainnya adalah Kota Prabumulih, Kab Lebak, Kab Tangerang, Kota Tangerang, Kab Pasuruan, Kab Karanganyar, Kab Enrekang, Kab Minahasa Tenggara, Kab Tapin, Kab Mamasa, Kab Jayawijaya, dan Kab Padang Lawas Utara.
(elz/ams)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed