DetikNews
Rabu 17 Januari 2018, 13:52 WIB

Wiranto ke 2 Kubu Hanura: Pecat-memecat Merusak Partai

Seysha Desnikia - detikNews
Wiranto ke 2 Kubu Hanura: Pecat-memecat Merusak Partai OSO Vs Sudding. (Foto: Ilustrasi: Luthfy Syahban/detikcom).
FOKUS BERITA: Hanura Islah
Jakarta - Wiranto akan turun tangan untuk menyelesaikan kisruh di internal Hanura. Ketua Dewan Pembina Hanura itu pun 'menyentil' kedua belah pihak yang bertikai.

Perpecahan ini dimulai saat pengurus Hanura kubu 'Ambhara' memecat Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai ketum melalui mosi tidak percaya. Kubu 'Ambhara' mayoritas terdiri dari kader lama Hanura.

Mereka tidak suka dengan gaya kepemimpinan OSO. Kubu 'Ambhara' kemudian menginisiasi untuk menggelar munaslub untuk mencari ketum baru.



[Gambas:Video 20detik]


"Itu kan masuk ke permasalahan, nggak usah diulas, orang kalau kena masalah itu kan memang rencananya macem-macem," ujar Wiranto di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (17/1/2018).

Dia membantah soal Hanura akan menggelar munaslub. Wiranto juga mengingatkan agar tak perlu ada pecat-memecat dalam menangani permasalahan partai.

"Pecat memecat itu kan akan merusak partai. Sekarang itu masalah kan karena ada ketidakpuasan masalah kebijakan," tuturnya.


Kubu 'Ambhara' memberontak karena kebijakan OSO yang memecat sejumlah ketua DPD Hanura di daerah. Mereka yang dipecat merupakan kader lama dan pendiri partai.

Sejumlah hal juga dikeluhkan mengenai kebijakan OSO. Selain soal pilkada, ada juga tentang sumbangan yang harus diberi anggota F-Hanura ke DPP dari potongan gaji bulanannya. OSO pun disebut kerap marah apabila tidak mendapat sambutan meriah ketika datang ke daerah.


"Kita perbaiki kebijakan itu, dan ini masalah internal dan nggak usah disebarluaskan," kata Wiranto.

Meski ada gejolak di internal partai, Menko Polhukam tersebut yakin tak aka mengganggu kondusivitas partai jelang pemilu 2019. Wiranto siap turun tangan menyelesaikan perpecahan di Hanura, meski menolak untuk kembali dijadikan ketum.

"Nggak, nggak ganggu. Kalau sudah selesai nggak ganggu, kalau sampai dua tahun nah itu ganggu," ucapnya.


"Nggak (jadi Ketum Hanura), saya dari dulu mengatakan soal rangkap jabatan tugas menteri, apalagi Menko Polhukam, jangan terganggu dengan urusan politik praktis," sambung Wiranto

Sebelumnya diberitakan, perpecahan Hanura ini terjadi setelah sejumlah pengurus menggelar rapat di Hotel Ambhara. Pengurus Hanura 'Ambhara'tersebut memecat Oesman Sapta Odang (OSO) dari kursi ketua umum dan menunjuk Daryatmo sebagai Plt Ketum.

Menyikapi hal tersebut, OSO tak tinggal diam dan mengumpulkan barisan di Hotel Manhattan. Dia memecat balik Sarifuddin Sudding dari posisi Sekjen dan menunjuk Herry L Siregar sebagai Sekjen Hanura kubu 'Manhattan'.
(elz/imk)
FOKUS BERITA: Hanura Islah
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed