"Organisasi partai politik yang menjadi cikal bakal mengelola negara, jadi kami tetap menganggap itu teman-teman kumpul-kumpul, tapi kami harapkan segera konsolidasi karena verifikasi segera. Kita bersiap kalau memang ingin menyelamatkan kapal yang sedang berlayar," kata Pasek di Hotel Manhattan, Jl Dr Setiabudi, Jakarta, Senin (15/1/2018).
Pasek menegaskan pergantian ketua umum harus melalui mekanisme partai. Setiap kader juga diharapkan patuh terhadap keputusan partai yang memberikan mandat kepada Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai ketua umum.
"Hasil rapimnas di Bali beberapa hari lalu, ada salah satu keputusan dari rapimnas selain menyatakan dukungan kepada Pak Jokowi, kita juga ada putusan rapimnas Hanura nomor tiga tentang rekomendasi, memberikan mandat penuh kepada Ketua Umum Oesman Sapta untuk melakukan restrukturisasi, reposisi, revitalisasi DPP Hanura masa bakti 2015-2020," jelasnya.
Sementara itu, OSO mengatakan setiap kader yang salah akan ditindak. Menurutnya, langkah tersebut bagian dari upaya penyelamatan partai.
"Kalau mereka insaf, pertanyaan ini menyedihkan. Kita kan begini. Kita kan pakai hati nurani. Kalau kita mencontohkan partai nurani salah, bagaimana dengan rakyat? Jadi insyaallah selesaikan ini. Kalau yang salah ditindak, kalau yang bagus kita teruskan," urainya.
Perpecahan Hanura ini terjadi setelah sejumlah pengurus menggelar rapat di Hotel Ambhara. Pengurus Hanura tersebut memecat OSO dari kursi ketua umum.
Menyikapi hal tersebut, OSO tak tinggal diam. Dia memecat balik Sarifuddin Sudding dari posisi Sekjen dan menunjuk Herry L Siregar sebagai penggantinya. (knv/dkp)











































