Pejabat PBB Dirampok di Malaysia, BMW Melayang

Pejabat PBB Dirampok di Malaysia, BMW Melayang

- detikNews
Selasa, 14 Jun 2005 17:21 WIB
Jakarta - Seorang pejabat PBB menjadi korban perampokan di Kuala Lumpur, Malaysia. Petinggi badan dunia itu ditodongi senjata di sebuah pusat perbelanjaan di Kuala Lumpur. Akibatnya, ia harus merelakan perampok membawa lari mobil mewahnya.Saat kejadian, ia tengah berbelanja di sana bersama keluarganya. Insiden ini menimbulkan guncangan bagi komunitas diplomatik.Perwakilan Program Pembangunan PBB, Richard Leete mengatakan, penodongan itu terjadi saat dirinya beserta keluarganya berbelanja ke mal di kawasan elit Bangsar pada Minggu (12/6/2005) pagi lalu. Mereka sedang memasukkan barang-barang belanjaan ke mobil BMW mereka, ketika tiba-tiba saja seorang pria datang menghampiri."Dia minta kunci mobil saya dan awalnya saya ragu-ragu, menimbang-nimbang situasi. Namun kemudian dia mengeluarkan pistolnya dari balik kaosnya dan mengarahkannya ke saya," tukas Leete kepada kantor berita AFP, Selasa (14/6/2005).Diancam begitu, Leete terpaksa menyerahkan kunci mobil yang dipasangi plat diplomatik itu. Saat itu, Leete bersama istrinya serta dua anak mereka yang baru berumur delapan tahun dan tujuh tahun.Menurut Leete, pelaku kejahatan itu kemungkinan merupakan bagian dari sebuah sindikat. Mengingat si pelaku sangat berani, bahkan nekat. Pasalnya ia melakukan aksinya itu di siang hari bolong. "Yang sangat mengagetkan, itu terjadi di siang hari. Ini pengalaman traumatis khususnya bagi kedua anak saya," ujar pejabat PBB itu. Dicetuskannya, kejadian itu merupakan guncangan bagi komunitas diplomatik. Saat peristiwa itu terjadi, pos polisi di depan pusat perbelanjaan itu sedang kosong. Pos tersebut didirikan setelah Canny Ong, seorang analis teknologi, diculik dari kawasan belanja tersebut pada Juni 2003 lalu. Perempuan Malaysia yang menikah dengan pria AS itu diculik di areal parkir mal tersebut. Ia diperkosa dan dibunuh, bahkan kemudian dibakar dalam peristiwa kriminal yang mengguncang negeri jiran itu. Jasadnya yang hangus baru ditemukan beberapa hari kemudian. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads