Kapolri: SMS Mobil Pembawa Bom Termasuk Teror
Selasa, 14 Jun 2005 15:53 WIB
Jakarta - Jika Anda menerima SMS yang berisi identitas mobil-mobil pembawa bom, maka pesan pendek itu termasuk kategori teror dan perlu diabaikan. "Itu informasi menyesatkan," kata Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar.Da'i menyatakan hal itu usai mengikuti rapat di kantor Menko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (14/6/2005).Seperti diketahui, beberapa hari ini beredar SMS ada pelaku bom bersliweran menumpang Panther B 7931 JS, Kijang kapsul B 7931 SX dan Starwagon F 9070 TU, Starwagon P 390 TV, Dyna engkel B 1234 ZR, Dino engkel B 1234 JR. SMS lainnya menyebutkan jenis-jenis mobil lain."Itu memang selalu saja setiap kali ada informasi bahwa akan ada serangan teroris melalui peledakan bom, muncul teror-teror atau informasi-informasi yang menyesatkan," papar Da'i.Da'i menegaskan, SMS yang beredar bukan dirilis oleh intelijen atau pun kepolisian. "Itu pasti perbuatan iseng. Tapi juga bisa teror untuk menakut-nakuti masyarakat," tegasnya."Kita sendiri secara resmi belum mengeluarkan pengumuman seperti itu dan tidak pernah ada pengumuman itu. Ini cara-cara untuk menakut-nakuti saja," sambungnya.Kapolri juga mengaku belum mendengar adanya kendaraan berplat B yang membawa bom tengah bersliweran di Indramayu, Jawa Barat. "Saya belum dengar dan belum tahu apa yang dimaksud," katanya.
(nrl/)











































