Munir 4 Kali Dicoba Dibunuh, Termasuk Disantet
Selasa, 14 Jun 2005 14:45 WIB
Jakarta - Munir yang bertubuh kecil ternyata adalah ancaman luar biasa bagi sekelompok oknum. Buktinya, dia empat kali coba dibunuh. Salah satu metode untuk menghabisinya sungguh tidak 'intelek': disantet!Temuan gres ini dikemukakan Ketua TPF Munir Brigjen Pol Marsudhi Hanafi saat dicegat wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo 3, Jakarta Selatan, Selasa (14/6/2005).Percobaan pembunuhan pertama dilakukan saat Munir berada di atas mobil, seolah-olah terjadi kecelakaan. Tapi skenario ini gagal."Kedua, dengan menggunakan ilmu sihir atau santet," kata Marsudhi. Sayangnya, Marsudhi tidak menjelaskan apakah praktek haram ini jadi dilakukan apa tidak.Ketiga, menaruh racun pada makanan di kantor Munir yaitu di Kontras atau Imparsial. Cara ini tidak jadi dilakukan.Keempat, dilakukan di atas pesawat. "Inilah yang kemudian berhasil," kata Marsudhi.Keempat teknik pembunuhan itu terungkap dalam dokumen yang TPF temukan. Ketika didesak dari mana TPF menemukan dokumen itu, Marsudhi enggan menyebutnya. "Maaf, ini rahasia," elak jenderal bintang satu ini.Temuan baru ini akan diserahkan kepada tim penyidik. "Saya mengharapkan fakta-fakta baru itu dapat dikembangkan untuk penelitian lebih lanjut," kata Marsudhi.Munir meninggal dunia di atas pesawat dalam perjalanan Jakarta-Singapura-Amsterdam pada 7 September 2004. Kuat dugaan dia meninggal dunia karena diracun arsenik.Masa tugas TPF Munir yang terbentuk berdasarkan Keppres berakhir 23 Juni mendatang. Saat ini Polri telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus Munir yaitu Pollycarpus, pilot senior Garuda Indonesia dan dua pramugari/pramugara, Yeti Susmiati dan Oedi.TPF menemukan fakta Pollycarpus pernah melakukan kontak hingga puluhan kali dengan Muchdi PR, Deputi V Kepala BIN ketika lembaga tilik sandi itu dipimpin AM Hendropriyono.
(nrl/)











































