Polda Maluku Tangkap Guru Ngaji, Eh...Salah Tangkap
Selasa, 14 Jun 2005 13:50 WIB
Ambon -
Memberikan pelajaran agama adalah suatu hal yang mulia dilakukan. Namun, jika sang guru ngaji ditangkap karena aktivitas mengajar itu dicurigai sebagai aksi terorisme, tindakan penangkapan itu patut dipertanyakan.Kapolda Maluku Brigjen Pol Adityawarman mengakui, aparatnya telah salah menangkap warga yang dicurigai sebagai teroris. Mereka adalah dua orang warga yang sehari-hari diketahui mengajar anak-anak tentang pengetahuan agama Islam."Kami pernah menangkap dua orang di Maluku Tengah. Tapi setelah diperiksa, ternyata tidak terkait aksi terorisme dan sudah kami lepas," kata Kapolda kepada wartawan di Mapolda Maluku, Jl. Rijali, Ambon, Selasa (14/6/2005).Dua orang warga yang tidak disebutkan namanya ditangkap di Desa Haya, Maluku Tengah, Jumat (10/6/2005) dan kemudian dilepas Senin (13/6/2005). Umat Islam di Kota Masohi sebelumnya memprotes keras aksi salah tangkap itu.Pihak Detasemen 88 Anti Teror Polda Maluku memang sedang gencar-gencarnya melakukan pencarian terhadap pelaku teror di wilayahnya. Mereka mencurigai para pelaku terkait dengan jaringan Abu Bakar Ba'asyir dan Dr. Azahari.
(fab/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































