Lagi, Skandal Penyiksaan di Kamp Guantanamo Dibeberkan
Selasa, 14 Jun 2005 11:50 WIB
Jakarta - Masa depan kamp penjara Guantanamo semakin gencar diperdebatkan. Berbagi skandal penyiksaan dan pelanggaran HAM di penjara militer AS itu terus mencuat. Seorang tahanan di Teluk Guantanamo, Kuba itu mengaku telah ditelanjangi dan dipaksa untuk menggonggong seperti anjing oleh tentara AS. Tahanan tersebut diidentifikasikan sebagai Mohammad al-Kahtani, warga Arab Saudi yang dituduh AS terlibat dalam serangan teroris September 2001.Ini merupakan kasus terbaru yang dibeberkan sehubungan dengan maraknya kasus penyiksaan dan pelecehan di penjara bagi para tersangka anggota al Qaeda dan Taliban itu. Demikian seperti diberitakan Aljazeera, Selasa (14/6/2005).Dalam dokumen rahasia itu, Kahtani membeberkan beberapa pelecehan dan penganiayaan yang dilakukan prajurit AS terhadap dirinya selama tahun 2002-2003. Ini termasuk menyuruh Kahtani untuk menirukan suara gonggongan anjing. Ia bahkan tidak diizinkan untuk salat. Kahtani juga sengaja diinterogasi di sebuah ruangan yang dipenuhi dengan gambar-gambar para korban 11 September.Begitu beratnya siksaan yang diterimanya, sampai-sampai Kahtani pernah meminta untuk dibiarkan melakukan bunuh diri. Desakan terhadap pemerintah AS untuk menutup kamp Guantanamo kian gencar belakangan ini. Namun Gedung Putih menegaskan bahwa pihaknya tidak berencana untuk menutup penjara kontroversial itu.
(ita/)











































