DetikNews
Rabu 10 Januari 2018, 23:51 WIB

Kapolri Sudah Terima Surat Pengunduran Diri 3 Perwira Maju Pilgub

Aditya Mardiastuti - detikNews
Kapolri Sudah Terima Surat Pengunduran Diri 3 Perwira Maju Pilgub Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom
Jakarta - Tiga perwira tinggi Polri mencalonkan diri pada Pilkada 2018. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan ketiganya sudah mengajukan permohonan pengunduran diri.

"Setahu saya sudah mengundurkan diri, ada surat pengunduran," kata Tito seusai acara 'Mata Najwa' yang ditayangkan di Trans7, Rabu (10/1/2018).

Tito memastikan pihaknya sudah menerima surat resmi dari tiap perwira yang maju dalam pilkada. Ia menambahkan, saat ini surat pengunduran diri itu masih diproses.

"Tapi proses pengundurannya sedang dijalankan. Artinya, ketiganya mengajukan surat pengunduran diri, tapi proses pengunduran dirinya sedang kita jalankan," terangnya.

Terkait majunya anggota Polri ke Pilgub ini, Tito mengatakan hal itu merupakan hak politik pribadi. Ia menyebut bukan kali ini saja polisi masuk ke politik.

"Ya, itu kan hak politik tiap-tiap anggota. Kedua, kan ini bukan pertama kali dari anggota yang ikut pilkada. Tahun-tahun sebelumnya juga ada, bahkan kader-kader yang dari anggota Polri, perwira Polri, itu kan ada yang sudah menjadi gubernur, seperti Gubernur Bali. Dulu juga ada Pak Sjachroedin Pagaralam, dan yang di tingkat kabupaten juga banyak, ya," katanya.

Ia juga menyebut banyak anggota Polri yang menang dalam pilkada. Menurut Tito, anggotanya berpengalaman di bidang kepemimpinan dan sudah teruji menangani beragam masalah.

"Kita melihat bahwa sebagian besar cukup berhasil karena di Polri mereka sudah memiliki pengalaman leadership, memimpin jumlah anggota yang banyak, terlibat masalah-masalah masyarakat, seperti keamanan, pangan, bencana alam, banjir, lalu lintas, sudah bergelut dengan kehidupan sehari-hari," katanya.

Namun izin berpolitik itu diberikan selama anggotanya mengajukan surat pengunduran diri sebagai polisi.

"Nah, saya hanya berpikir, itu hak politik mereka untuk seandainya mereka ingin mengabdi di bidang yang lain dan larangan UU juga tidak ada. Tapi memang harus mengundurkan diri. Jadi sepanjang mereka sudah mengundurkan diri, mereka memiliki hak politik, mereka tidak dicabut oleh UU, oleh pengadilan," katanya.

"Kenapa tidak ada opsi calon pemimpin dari berbagai kalangan, termasuk Polri, biarkan masyarakat yang memilih, kita tidak memaksa," sambung Tito.

Tiga perwira Polri yang menyatakan maju pilkada ialah Wakalemdiklat Polri Irjen Anton Charliyan, Kapolda Kalimantan Timur Irjen Safaruddin, dan Kakor Brimob Polri Irjen Murad Ismail. Ketiganya mengaku sudah minta izin kepada Kapolri untuk bertarung di pilgub dan bersedia melepas kariernya di Polri.
(ams/jor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed