DetikNews
Rabu 10 Januari 2018, 23:35 WIB

Menteri Susi Tak Ingin Nelayan dan Kelautan Diacak-acak Isu Politik

Aditya Mardiastuti - detikNews
Menteri Susi Tak Ingin Nelayan dan Kelautan Diacak-acak Isu Politik Menteri Susi Pudjiastuti (Foto: dok. Humas KKP)
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berharap politikus tidak membawa isu-isu sektor riil ke isu politik memasuki tahun politik ini. Susi juga menegaskan tidak akan membawa program di kementeriannya ke isu politik.

Susi menyampaikan ini dalam program 'Mata Najwa' yang ditayangkan Trans7. Awalnya Najwa Shihab, pembawa acara, mengingatkan pesan Jokowi kepada menteri untuk tidak menimbulkan kegaduhan dan kontroversi pada tahun politik.

"Sulitkah bekerja di tengah situasi politik yang pastinya akan memanas?" tanya Najwa dalam acara yang digelar di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Rabu (10/1/2018).

"Saya sih maunya tidak seperti itu, karena saya datang dari profesional, tidak dari politik, seperti Pak Hanif. Kalaupun akhirnya saya menyadari bahwa ini jabatan politis, saya berpikir ini kan tentang kelautan, perikanan," jawab Susi.

Susi mengatakan perikanan dan kelautan merupakan sektor riil yang dijadikan pilar utama dalam visi-misi Jokwi untuk menjadikan laut sebagai masa depan Indonesia. Susi pun berharap para politikus bersikap profesional.

"Saya sih berharap politisi menjadi lebih profesional supaya tidak membawa isu sektor riil seperti ini ke isu-isu politik, itu harapan saya, dan saya berusaha dengan apa yang saya bisa dalam menyampaikan dan membawa program-program KKP juga sejauh mungkin tidak membawa kepada isu-isu politik," kata Susi.

Susi mengatakan kementeriannya berfokus menyelesaikan program-program seperti menjaga stok ikan yang sudah naik dari 6,5 juta ton menjadi 12,5 juta ton dalam tiga tahun terakhir. Selain itu, menjaga neraca perdagangan ikan Indonesia yang sekarang sudah nomor satu di Asia Tenggara dari sebelumnya selalu nomor tiga.

Memang, lanjut Susi, tahun ini ekspor ikan Indonesia mengalami penurunan. Tapi dibandingkan negara lain, seperti Thailand, yang sampai turun 15 persen lebih dan Vietnam, Indonesia hanya turun sedikit dan tetap nomor satu.

"Jadi tahun politik tidak akan mempengaruhi kinerja kira-kira?" tanya Najwa.

Susi menekankan tidak ingin nasib nelayan dan kelautan diacak-acak oleh isu-isu politik. Sebab, sektor itu berkaitan dengan hajat hidup orang banyak.

"I don't want to be, tapi mau saya tidak boleh nasib nelayan, lalu kelautan yang begitu besar, lebih besar dari wilayah daratan ini, diacak-acak oleh isu-isu politik. Kalau bisa jangan, karena itu nasib orang banyak sekali," ujarnya menanggapi Najwa.

Susi menambahkan, Indonesia sudah membuktikan dapat menyelesaikan illegal fishing dengan baik.

"Istilahnya kalau orang Sunda bilang, benang laut na herang cai na, masalahnya selesai, tidak usah tanpa mengaduk-aduk dan keruh, kita selesaikan dengan baik. Kita ambil ownership programnya dengan action. Pak Jokowi dengan keteguhan, ketegasan, dan dengan baik kan, jadi illegal fishing istilahnya hampir katakanlah betul-betul tidak menjadi problem kita lagi tanpa harus menimbulkan riuh-rendah," ujarnya.
(idh/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed