Pembangunan Jembatan Siak, Distribusi BBM Bakal Terganggu

Pembangunan Jembatan Siak, Distribusi BBM Bakal Terganggu

- detikNews
Minggu, 12 Jun 2005 23:05 WIB
Jakarta - Rencana pembangunan jembatan Siak Sri Indrapura dengan ketinggian 23 meter dipastikan mengganggu distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Pekanbaru, Riau. Sebab kapal tanker pengangkut minyak mentah Pertamina rata-rata memiliki tinggi 30 meter."Kapal tanker pengangkut BBM Pertamina jelas mengalami kesulitan melewati jembatan bertinggi 23 meter," kata Kepala Humas Pertamina Abadi Poernomo menanggapi rencana Pemerintah Kabupaten Siak membangun jembatan Siak. Menurut Abadi, yang dihubungi detikcom melalui telepon, Minggu (12/6/2005), frekuensi kapal tanker Pertamina yang melewati sungai Siak sekitar lima hari sekali. Dan itu baru satu kapal yang mengangkut 30.000-42.000 barel minyak mentah.Dipastikan kapal lainnya yang lebih besar daripada kapal tanker Pertamina bakal mengalami kendala yang sama. "Itu jalan utama. Jadi bila pemda bersikeras membangun jembatan terpaksa kami modifikasi kapal kami bagaimana menara di kapal tanker bisa dilipat. Itu tentu saja butuh biaya besar," keluh Abadi.Dijelaskan, kapal tanker yang melewati sungai itu bertujuan ke terminal buatan tempat pengumpul minyak mentah hasil dari sumur minyak Pertamina yang terletak di kawasan dekat Pekanbaru, Riau. Minyak mentah yang terkumpul di terminal buatan tersebut sekitar 6.000-7.000 barel per hari (bph). Selanjutnya, minyak mentah akan dibawa ke kilang Dumai Riau untuk diolah menjadi BBM.Menurut data kajian teknik, disain ulang jembatan Siak dari 23 meter menjadi 30 meter dapat dilaksanakan. Namun akan terjadi pembongkaran tiang utama yang sudah mencapai 90 persen. "Kami telah meminta ke Pemkab Siak agar jembatan ditinggikan sejak enam bulan lalu tapi tampaknya tak mungkin karena sudah dipasang tiang pancang," kata Abadi.Keseimbangan LingkunganSebelumnya Pemkab Siak menyatakan tidak akan berhenti untuk memperjuangkan kelanjutan pembangunan jembatan dengan ketinggian 23 meter. Bupati Siak, Arwin, menegaskan tidak bermaksud menutup setiap usaha yang berhubungan dengan sungai Siak dengan membangun jembatan Siak. Menurut Arwin, pembangunan jembatan yang agak rendah dimaksudkan untuk menyeimbangkan lingkungan dan bisnis. Pemkab Siak telah merencanakan membangunan Kawasan Industri Buton (KIB) sebagai tempat sandar kapal-kapal besar.Ditambahkannya, aset sejarah dan budaya yang ada di Sungai Siak akan tinggal kenangan bila lalu lalang kapal besar tetap dibiarkan di sepanjang perairan Sungai Siak. Ratusan kuburan masyarakat, keluarga kerajaan dan panglima kerajaan Siak telah tenggelam ke dasar sungai. Selain itu, bangunan sejarah dan mesjid disapu gelombang, hutan hancur, dan ekosistem sungai Siak mati setiap tahun. (gtp/)


Berita Terkait