DetikNews
Rabu 03 Januari 2018, 12:15 WIB

Hujan Meteor Hiasi Langit Indonesia di Awal Januari

Aditya Mardiastuti - detikNews
Hujan Meteor Hiasi Langit Indonesia di Awal Januari Hujan Meteor Quandrantids di Lake Martin, Alabama, pada 2014. (dok. Barry Simmons via earthsky.org)
Jakarta - Hujan meteor Quadrantid bakal menghiasi langit Indonesia. Hujan meteor ini bisa dinikmati pada 1-5 Januari 2018.

"Puncaknya itu tanggal 3 Januari dini hari pukul 02.00-05.00 WIB. Tetapi nanti dini hari masih ada peluang walau jumlahnya lebih sedikit dibanding puncak," ujar Ketua Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin saat dihubungi via telepon, Rabu (3/1/2017).

Djamal mengatakan fenomena supermoon berdampak pada jarak pandang hujan meteor ini. Pasalnya, cahaya bulan yang terlalu terang bakal 'mengalahkan' sinar dari meteor.

"Kemungkinan ada pengaruhnya terhadap jumlahnya (hujan meteor) karena ada cahaya bulan. Itu kan hujan meteor yang tampaknya (seperti) bintang seperti bergerak cepat yang redup tentu tidak kelihatan," terang Djamal.

Djamal menambahkan posisi yang tepat untuk melihat hujan meteor Quandrantid ini ada di timur laut. Ia menambahkan tak perlu menggunakan binokular atau teleskop untuk menikmati fenomena alam ini.

"Melihat hujan meteor baiknya dengan mata telanjang karena medan pandang bisa lebih luas. Kalau menggunakan teleskop atau binokular jarak pandang terbatas," katanya.

Untuk bisa menikmati fenomena alam ini, Djamal menyarankan untuk memilih daerah yang jauh dari gedung dan terang lampu, sehingga hujan meteor ini bisa dinikmati lebih jelas.

"Secara umum, untuk melihat hujan meteor pertama cuaca cerah, kemudian pilih daerah yang jauh dari polusi cahaya, jadi kalau sekitar itu ada lampu-lampu akan sangat mengganggu," urainya.

"Ketiga, tidak ada penghalang di medan pandang apakah itu bangunan atau pepohonan," pesan Djamal.

Hujan meteor Quadrantid ini memang tidak setenar hujan meteor Leonids, Geminids, ataupun Orionids, yang mencapai puncak hingga dua hari. Hujan meteor ini hanya berlangsung selama beberapa jam.

Dilansir dari earthsky.org, Rabu (3/1), Quadrantid memang tidak setenar hujan meteor Geminid atau Orionid karena kalah terang. Jadi tak jarang para pengamat ketinggalan momen tersebut.

Meski begitu, Quadrantid bisa meluncurkan meteor yang terlihat seperti bola api raksasa berekor dan bersinar terang saat melewati langit. Untuk bisa menemukan Quandrantid, lebih dulu Anda harus mencari rasi Bootes. Quandrantid akan terlihat di area pertemuan rasi Bootes, Hercules, dan Draco atau tak jauh dari asterisme Gayung Besar.
(ams/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed