Keluarga Siswi Bicara Soal Viral Surat Ahok untuk Ambil Ijazah

Eko Sudjarwo - detikNews
Rabu, 03 Jan 2018 04:35 WIB
Rochima, kakak kandung F, siswi SMAN 3 Lamongan yang mengirim surat kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) (Foto: Eko Sudjarwo/detikcom)
Lamongan - Dinas Pendidikan Jawa Timur melakukan investigasi kabar viral mengenai siswi di Lamongan menggunakan surat dan bantuan dari Ahok untuk menebus ijazah yang ditahan sekolah. Keluarga siswi juga angkat bicara mengenai kejadian itu.

Kabar yang viral itu bermula dari foto surat yang beredar di media sosial. Surat itu bertanda tangan Ahok dan ditujukan kepada seorang siswi berinisial F. Di surat tersebut, tertulis agar F menghubungi staf Ahok yang bernama Natanael untuk membantu menyelesaikan persoalan ijazah yang tersangkut di sekolah.

Perihal Ahok membantu siswi F ini juga diberitakan salah satu situs berita. Disdik Jawa Timur lalu melakukan penelusuran soal kabar viral dan berita tersebut. Ada sejumlah poin temuan Disdik Jatim yang pada intinya membantah sekolah menahan ijazah siswi F.



Keluarga F pun angkat bicara. Kakak kandung F, Rochima kepada wartawan yang menemuinya di rumah di Jalan Kusuma Bangsa, Lamongan, mengatakan sang adik memang menulis surat kepada Ahok. Surat itu berisi curhat mengenai ijazah yang disebut ditahan pihak sekolah.

"Dia ngefans sama Ahok. Kebetulan setelah 3 bulan surat adik saya yang berupa puisi tersebut dibalas sama Ahok," kata Rochima, Selasa (2/1/2018).

Rochima mengatakan, keluarga mendapatkan pemahaman bahwa ijazah F belum dapat keluar apabila uang operasional sekolah belum dilunasi. Pemahaman itu didapatkan setelah pihak keluarga mengontak wali murid perihal syarat agar bisa melakukan cap tiga jari untuk ijazah.

"Saya WA (WhatsApp) wali muridnya. 'Pak saya mohon bantuannya ini teman teman adik saya semuanya pada cap tiga jari, apakah adik saya bisa cap tiga jari karena masih punya tunggakan'. Lalu dibalas 'kapan bu bisa melunasi tunggakannya. Ya ibu punya berapa tolong dikasihkan sama kasih surat perjanjian untuk melunasi kapan, karena ini merupakan biaya operasional sekolah'," tutur Rochima.

Mendapatkan penjelasan itu, kata Rochima, orang tuanya lalu mengajukan pinjaman ke koperasi. Dijanjikan uang akan cair pada Januari. Sementara itu di waktu berdekatan, siswi F menyurati Ahok dan meminta bantuan mengenai ijazah yang disebut ditahan pihak sekolah. Ahok lantas meminta stafnya yang bernama Natanael untuk membantu F.

"Surat dari pak Natael, stafnya Pak Ahok, meminta pihak keluarga meminta rekening sekolah, untuk melunasi tunggakan FM agar ijazahnya bisa keluar," kata Rochima.

Setelah mendapat surat dari Ahok, F dan Rochima pun menghadap ke sekolah dan bertemu dengan kepala sekolah SMAN 3 Lamongan Wiyono. Rochima mengatakan, Wiyono memang langsung memberikan ijazah kepada F. Wiyono tak membaca surat dari Ahok tersebut.

"Wis gak atek ngene-ngenean, Bu, aku wis percoyo (sudah gak pakai begituan bu, saya sudah percaya, red). Silakan diambil. Sekolah tidak menerima kiriman uang lewat rekening. Silakan untuk siswinya saja," kata Rochima menirukan ucapan Wiyono saat ditunjukkan surat dari Ahok.

Rochima mengatakan, pada akhirnya, uang dari Ahok itu tidak ditransfer ke rekening sekolah. Pihak sekolah tidak membuka nomor rekening kepada Rochima.

"Tidak ditransfer ke sekolah," ujar Rochima. (jbr/jbr)