SBY Canangkan RPPK, Tolak Dianggap Retorika
Sabtu, 11 Jun 2005 13:21 WIB
Jatiluhur - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya mencanangkan program Revitalisasi Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (RPPK) di Jatiluhur, Purwakarta, Sabtu (11/6/2005) ini. Namun SBY membantah program pemerintah ini hanya sekedar retorika.Pemerintah, kata SBY, tidak akan main-main dalam melaksanakan berbagai program kegiatan yang telah diprogramkan untuk meningkatkan dan menggairahkan kembali sektor pertanian, perikanan dan kehutanan.Soal retorika ini sempat ditanyakan SBY kepada sekitar enam gubernur, bupati, walikota, dan para pelaku usaha yang hadir dalam pencanangan tersebut. SBY yang bertanya apakah para pejabat tersebut akan main-main dalam melaksanakan tugas tersebut disambut koor kata-kata tidak."Ya kalau gitu jangan retorika. Biarkan ada yang menilai itu retorika, jadikan ini sebagai cambuk. Mari bulatkan tekad untuk bekerja keras melaksanakannya," kata SBY.Di awal pidato, SBY mengingatkan tentang kondisi Indonesia sangat kaya dengan sumber alam. Kekayaan itulah yang harus diolah dan dikembangkan untuk menggerakkan perekonomian rakyat. "Jadi kalau bangsa kita miskin itu kesalahan kita sendiri tidak mampu mengelola dengan baik kekayaan alam kita, bahkan cenderung merusaknya. Kalau terus demikian, masyarakat akan bertambah miskin," katanya.Menko Perekonomian Aburizal Bakrie dalam pidatonya juga menyatakan, RPPK adalah program jangka panjang yang rangkaiannya akan dilaksanakan mulai 2005-2025. Untuk tahun 2005 ini, jadwal kerja RPPK yang telah ditetapkan adalah penuntasan penyusunan kebijakan investasi dan pembiayaan untuk sektor pertanian, perikanan dan kehutanan, kebijakan pertanahan serta tata ruang, dan mengambil langkah konkrit pembangunan infrastruktur pedesaan. Program ini diharapkan selesai akhir tahun ini."Untuk melaksanakannya, bulan ini akan dibentuk komite RPPK yang bertanggung jawab untuk pelaksanaan jadwal kerja yang telah ditetapkan," katanya.
(umi/)











































