Santunan Korban Pakubuwono Spring Tunggu Hasil Penyidikan

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Jumat, 29 Des 2017 12:01 WIB
Foto: Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakertrans DKI Khadik Triyanto. (Aditya Fajar-detikcom)
Jakarta - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta masih menunggu hasil penyelidikan kasus dugaan kecelakaan kerja proyek Apartemen Pakubuwono Spring. Hal ini untuk menetapkan kecelakaan kerja dan besaran biaya santunan kecelakaan untuk korban.

"Tugas kita hanya dua yang pertama penetapan kecelakaan kerja atau bukan yang didukung dokumen lengkap. Kedua penetapan jaminan besaran santunan kecelakaannya," kata Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta, Khadik Triyanto saat ditemui di kantornya, Jl Arief Rachman Hakim, Gambir, Jakarta, Jumat (29/12/2017).

Khadik menjelaskan, penyelidikan kasus dugaan kecelakaan kerja di Pakubuwono Spring tengah ditelusuri pada maket perencanaan awal. Untuk mengetahui pihak mana yang bersalah dalam kasus tersebut.

"Saat perencaanan dilakukan pengawasan Internal dan eksternal, kemudian pada saat proses pengerjaan ada bagian yang harusnya dipasang tapi tidak terpasang atau memang dari awal itu tidak ada. Kalau tidak kenapa, sehingga dapat diketahui apa yang terjadi," jelas Khadik.

Santunan Korban Pakubuwono Spring Tunggu Hasil PenyidikanFoto: Area proyek apartemen Pakubuwono Spring, (Moch. Prima Fauzi-detikcom)
Disnakertrans DKI Jakarta juga telah melakukan analisis inspeksi pada proyek Apartemen Pakubuwono Spring. Dalam sidak tersebut bidang pengawasan mengajak ahli konstruksi sipil dari Universitas Trisakti.

"Ahli konstruksi sipil dari Trisakti juga kita sempat ajak untuk analisis. Justru waktu pengujian belum diketahui beban tanah dan sebagainya, jadi kembali lagi bicara K3 tidak bisa menjustifikasi adanya kesalahan dari konstruksinya saja, maka tim saya memanggil pihak perusahaan bagaimana rencana awal bangunan," jelasnya.



Sebelumnya, pada Rabu (27/12), tim pengawas ketenagakerjaan mendatangi lokasi kejadian. Kecelakaan terjadi pada Selasa (26/12) sekitar pukul 20.15 WIB. Sesaat sebelum kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa itu, tujuh pekerja konstruksi PT Tunas Jaya Sanur itu tengah mengerjakan plafon di area podium.

Tiga korban luka adalah Aris Suryanto (33), Muklas (44), dan Idris bin Sobari (28). Sementara itu, tiga korban tewas adalah Adi alias Bima (30), Khoirul Mas'um (35), dan Dedi Irawan. (adf/nvl)