"Penanganan pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika melalui assessment terpadu jumlah klien pada tahun 2017 sebanyak 209 orang, mengalami peningkatan dari tahun 2016 sebanyak 172 orang," kata Kepala Seksi Rehabilitasi BNNK Jaksel, Kompol Dessi Wijayanti, di Jalan Prapanca Raya, Jaksel, Jumat (29/12/2017).
Kepala Seksi Rehabilitasi BNNK Jaksel, Kompol Dessi Wijayanti (Foto: Kanavino Ahmad Rizqo/detikcom) |
Baca juga: Akan Ada BNN Kota Surakarta Tahun Depan |
Dari jumlah tersebut, sebanyak 188 orang direhabilitasi di tempat rehab dan 21 orang direhabilitasi di lapas termasuk musisi Marcello Tahitoe (Ello). Mereka yang ditempatkan di lapas terindikasi sebagai pecandu dan sebagai pengedar.
"Ada yang kita rekomendasikan untuk rehab dan lainnya kita rekomendasikan di lapas, termasuk Ello," terang Dessi.
Sementara itu, BNNK Jaksel juga telah melakukan sejumlah program pencegahan dan pemberdayaan masyarakat selama 2017. Setidaknya ada 5 kegiatan yang dijalankan meliputi Kampanye Stop Narkoba dan Sosialisasi Bahaya Narkoba yang mencakup 60 sekolah, 10 kecamatan, dan 25 kelurahan.
Ada pula kegiatan Pembentukan Relawan Anti Narkoba, Tes Uji Narkoba, dan Pemberdayaan Alternatif dengan melaksanakan kegiatan pelatihan life skill. (knv/jbr)












































Kepala Seksi Rehabilitasi BNNK Jaksel, Kompol Dessi Wijayanti (Foto: Kanavino Ahmad Rizqo/detikcom)