Kemenaker Duga Ada Kesalahan Prosedur Kerja di Pakubuwono Spring

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 28 Des 2017 15:17 WIB
Tim Puslabfor Polri mendatangi area proyek apartemen Pakubuwono Spring, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (28/12/2017) (Foto: Moch. Prima Fauzi-detikcom)
Jakarta - Pihak Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) ikut menyelidiki penyebab kecelakaan kerja di proyek Apartemen Pakubuwono Spring, Jakarta Selatan. Dari hasil pemeriksaan sementara, Kemenaker menduga ada kesalahan prosedur kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dalam pekerjaan proyek.

"Ya betul prosedur K3-nya tidak dilakukan dengan baik. Sedangkan prosedur K3 harus dilalui dengan baik. Mungkin semua pekerja tidak semuanya tahu apa arti K3 pada saat terjadi kecelakaan," kata Direktur Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemenaker) Herman Prakoso Hidayat ketika dihubungi detikcom Kamis, (28/12/2017).




Dia mengatakan saat kejadian terdapat pengerjaan yang dilakukan bersamaan yakni pengerjaan taman di atas bangunan dan pengerjaan plafon. Herman mengatakan pekerjaan bagian atas dilakukan penimbunan tanah sehingga ketika over kapasitas dan ambruk menimbun pekerja yang ada di bawah.

Menurutnya, berdasarkan prosedur K3, jika ada pengerjaan di atas semestinya tidak boleh ada orang di bawah. Oleh karena itu pihaknya akan mengkaji penyebab yang membuat konstruksi itu jatuh menimpa pekerja.


"Memang saat itu di bawahnya ada yang dilakukan pengerjaan plafon. Tapi yang atasnya dilakukan pengerasan dan pengerukan tanah untuk pembuatan taman sehingga terjadi. Karena bebannya overload jadi ambruk maka di bawahnya tertimpa," ucapnya.

"Kita harus kaji dulu faktor apa, apakah dari konstruksinya, apakah bebannya terlalu berat," imbuhnya.


Selain itu, Herman mengatakan dalam proses pekerjaan proyek itu tidak ada tenaga ahli pembangunan.

"Hasil pemeriksaan sementara kemarin bahwa memang tidak ada tenaga ahlinya terkait pelaksanaan pembangunan gedung. Saat melakukan pengerjaan tidak ada alur yang baik, saat melakukan pengerjaan masih ada orang yang di bawah," ujarnya.


Sebelumnya pada Rabu (27/12) kemarin, tim pengawas ketenagakerjaan mendatangi lokasi kejadian. Kecelakaan terjadi pada Selasa (26/12) sekitar pukul 20.15 WIB. Sesaat sebelum kejadian, tujuh pekerja konstruksi PT Tunas Jaya Sanur itu tengah mengerjakan plafon di area podium.

Tiga orang korban luka adalah Aris Suryanto (33), Muklas (44), dan Idris bin Sobari (28). Sementara itu, tiga korban tewas adalah Adi alias Bima (30), Khoirul Mas'um (35), dan Dedi Irawan. (yld/jbr)