"Saya klarifikasi ini pure kesalahan internal manajemen, saya bertanggung jawab semuanya," kata CEO PT Medina Zein Global Travellindo, Medina Zein, saat berbincang via telepon, Kamis (28/12/2017).
Setelah dicek rupanya Herman telah melakukan pemalsuan tiket calon jemaah umrah hingga Februari 2018. Namun, Medina memastikan seluruh calon jemaah yang berangkat pada Januari akan tetap terbang umrah sesuai jadwal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga menjelaskan pada Sabtu, 23 Desember 2017, ada 77 calon jemaah yang panik karena tiketnya diketahui palsu. Namun, Medina menegaskan dirinya tak pernah sekalipun menelantarkan jemaah.
"Kalau saya dibilang menelantarakan tidak, malah saya kasih faislitas lebih. Penerbangan mereka (jemaah) ada yang di-upgrade ke bussines class, mereka yang marah-tetap tetap saya berangkatkan." katanya.
Tersangka pemalsuan tiket maskapai Hermansyah diapit penyidik kepolisian Foto: Dok. Istimewa |
Memang, saat itu ada para jemaah diberangkatkan dengan sistem kloter. Hal itu, dikarenakan high season menjelang akhir tahun.
"High season susah banget (cari tiket), bukan karena materi tapi gimana caranya mereka berangkat karena menyangkut nama baik saya. Akhirnya dapat tiket 6 saya berangkatkan dulu, kemudian 25 jemaah tengah malam, (lanjut) 27 jemaah lagi, sisanya 19 di tanggal 29 Desember mereka bussines class," urainya.
Medina menerangkan saat menunggu mendapatkan tiket, dia juga menginapkan para jemaah di hotel di dekat bandara. Dia tak ingin para jemaah yang menggunakan jasanya kecewa.
"Tidak ada yang dirugikan dari jemaah, bahkan jemaah sudah saya upgrade fasilitas dan lain-lain, hotel di Aston. Alhamdulilah mereka tetap happy meski banyak banget komplain, mereka tetep seneng," ujar Medina.
Hermansyah ditangkap pada 24 Desember 2017. Ia kini ditahan di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, dan dijerat pasal 263 KUHP dan atau pasal 374 KUHP.
(ams/aan)












































Tersangka pemalsuan tiket maskapai Hermansyah diapit penyidik kepolisian Foto: Dok. Istimewa