"Jadi untuk kasus difteri, sampai saat ini rujukan suspect, diduga, nah itu 39 orang," kata Direktur RSDP Serang dr Agus Gusmara kepada wartawan di Kota Serang, Banten, Selasa (26/12/2017).
Menurutnya, pihak rumah sakit baru menyatakan pasien dinyatakan positif difteri setelah ada uji laboratorium dari pihak Kementerian Kesehatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak awal tahun, menurutnya, pihak rumah sakit sudah kedatangan pasien suspect difteri karena RSDP juga menyediakan ruang isolasi pasien wabah tersebut. Per hari ini, Agus mengatakan ada 4 pasien suspect difteri yang masih berada di ruang isolasi.
"Kapasitas 4, sudah penuh lagi. Hasilnya (laboratorium) yang 4 ini belum ada dari Litbangkes. Kalau negatif dipindahin ke ruang biasa," katanya.
Sebelumnya, pada Minggu (24/12), seorang mahasiswa UIN Jakarta, Aufatul Khuzzah (19) asal Tanara, Kabupaten Serang, meninggal karena suspect difteri di RSDP Serang. Ia sempat dirawat di ruang isolasi mulai 9 sampai 23 Desember.
Wabah akibat bakteri Corynebbacterium diptheriae ini telah menyebabkan 142 laporan suspect difteri di seluruh Banten. Gubernur Banten Wahidin Halim sudah menyatakan daerahnya mengalami kejadian luar bisa (KLB) difteri. (bri/tor)











































