Jenderal Palsu Didampingi Ajudan

Jenderal Palsu Didampingi Ajudan

- detikNews
Kamis, 09 Jun 2005 18:01 WIB
Semarang - Meski berstatus jenderal palsu, ternyata Poeniman Soedharmo (84) punya ajudan yang sering kali mendampingi tiap 'bertugas'. Sang ajudan bernama Wahidin (43). Lelaki asal Tegal itu pada awalnya hanya kuli bangunan. Sebelum jadi ajudan, dia sedang mengerjakan bangunan BSD (Bumi Serpong Damai). Setelah dikenalkan oleh salah satu temannya dengan Poeniman, ia meninggalkan pekerjaannya itu.Ketika ditemui detikcom di tahanan Mapolwiltabes Semarang, Jl. DR Sutomo, Kamis (9/6/2005), Wahidin selalu menjawab setiap pertanyaan dengan tangkas. Tapi sering kali jawabannya tidak match."Mbah Poeniman itu orangnya baik. Dia veteran yang sering didatangi teman-temannya sesama pejuang. Saya tahu setelah beberapa kali ke rumahnya," katanya dengan antusias.Wahidin yang mengaku beranak lima dan semuanya tinggal di Jakarta itu mendampingi Poeniman sejak tahun 2004. "Tapi tidak setiap waktu saya mendampingi. Hanya kalau keluar kota saja," imbuhnya.Ketika ditanya bagaimana cerita kedatangannya di Semarang, Wahidin yang saat itu mengenakan kemeja biru lengan panjang bercerita tanpa arah seolah tidak mau diputus. Dia menyatakan akan ke Cianjur, tapi pada akhirnya sampai di Semarang.Wahidin yang beralamat di Jombang, Rawalele, Ciputat, Tangerang, Banten itu sering ngelantur dan melenceng dari pertanyaan. "Saya kan kenal dengan Supriyadi. Dia dikenal dengan sebutan Cupeng. Kami sering membantu Mbah Poeniman," terangnya.Tak terarahnya cerita Wahidin juga terlihat saat ia menyatakan, anggota PDIP. Ia mengaku kenal Megawati, Taufiq Kiemas, Guruh Soekarno, Sukma, dan Puan Maharani. Bahkan dia menyebut beberapa nomor ponsel anggota keluarga Soekarno ini."Nomor Megawati itu 081140555. Artinya, tahun kemerdekaan, bulan dan tahun kelahiran. Saya hapal semua, tapi tak pernah saya kontak. Saya kenal Megawati sejak tahun 1987," paparnya panjang lebar.Ketika ditanya bagaimana perasaan ketika dibawa ke Mapolwiltabes Semarang, dia menyatakan sedang sial. Ini baru kali pertama dia dan majikannya berurusan dengan kepolisian. Dia mengaku pasrah dengan proses selanjutnya. (asy/)


Berita Terkait