Testimoni Kapolri soal Sentilan Gus Dur tentang Polisi Jujur dan Adil

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Sabtu, 23 Des 2017 00:45 WIB
Kabaintelkam Polri Komjen Luthfi Lubiyanto membacakan testimoni Kapolri Jenderal Tito Karnavian di peringatan sewindu haul Gus Dur (Aditya Fajar Indrawan/detikcom)
Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian memandang sosok presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai cendekiawan yang multitalenta. Menurutnya, Gus Dur salah satu tokoh di Indonesia yang terus mengajarkan soal toleransi dan pluralisme.

Hal ini disampaikan oleh Kabaintelkam Polri Komjen Luthfi Lubiyanto. Luthfi membacakan pesan tersebut karena Tito berhalangan hadir di acara peringatan sewindu haul Gus Dur.


"Almarhum Gus Dur adalah seorang pribadi multitalenta, seorang presiden, cendekiawan dan pemikir. Beliau mengajarkan kita keadilan, toleransi, dan pluralisme Indonesia," ucap Luthfi Lubiyanto membacakan pesan Tito dalam peringatan sewindu haul Gus Dur, Jl Warung Silah, Ciganjur, Jaksel, Jumat (22/12/2017).

Tito mengingat Polri yang pernah disindir oleh Gus Dur untuk menjadi lembaga yang jujur dan adil.


"Almarhum sempat menyindir Polri, karena di Indonesia hanya ada 3 polisi jujur. Yang pertama, polisi tidur; kedua, patung polisi; terakhir, Polisi Hoegeng," testimoni Tito.

"Ucapan beliau itu menjadi cambukan bagi kami agar Polri sebagai institusi yang lebih baik," imbuhnya.


Lebih lanjut, hal itu terus dijaga sebagai wujud keseriusan Polri menjadi aparat penjaga negara. Menurutnya, Gus Dur telah meninggalkan kesan di hati rakyat Indonesia.

"Gus dur meninggalkan nama harum yang insyaallah akan abadi. Ingatlah pesan beliau untuk menjalani bakti terhadap bangsa Indonesia dan hindari terpecah belahnya bangsa ini," tutup pesan Tito. (adf/jbr)