Ini Alasan Jokowi Cabut Status Tanggap Darurat Gunung Agung

ADVERTISEMENT

Ini Alasan Jokowi Cabut Status Tanggap Darurat Gunung Agung

Prins David Saut - detikNews
Jumat, 22 Des 2017 23:26 WIB
Jokowi di Pantai Kuta (Dok. Kemenpar)
Denpasar - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi alasan atas pencabutan status tanggap darurat Gunung Agung. Menurutnya, status tersebut sudah tidak diperlukan karena sebagian besar Provinsi Bali aman.

"Karena sudah tidak diperlukan, tapi yang paling penting pengungsi tetap ditangani dengan baik," kata Jokowi seusai rapat terbatas Kabinet Kerja di Werdhapura Hotel, Sanur, Bali, Jumat (22/12/2017) malam.


Ia menambahkan pencabutan status tanggap darurat ini juga bukan berarti mitigasi risiko dan penanganan bencana turut ditanggalkan. Menurutnya, keselamatan tak dapat dikesampingkan.

"Kemudian proses-proses kalau memang Gunung Agung nanti dilihat akan erupsi, langkah-langkah manajemen evakuasi sudah disiapkan. Keselamatan tetap yang utama," ujar Jokowi.

Presiden ke-7 Indonesia ini menilai perlunya pemberitaan tentang Bali yang memang aman. Walau hanya beberapa jam, Jokowi menilai tidak ada kekhawatiran dari para turis domestik dan asing yang telah berada di Bali.


Kondisi ini menunjukkan para turis di Pulau Dewata tidak terancam oleh erupsi Gunung Agung.

"Ya beritakanlah yang baik mengenai Bali. Seperti tadi di Pantai Kuta ramai sekali, di kafe-kafe juga ramai. Pak Gubernur (Made Mangku Pastika) dan juga BNPB menyampaikan bahwa yang 8 atau 10 kilometer dari kawah saja yang itu dalam posisi awas," ucap Jokowi.

"Jadi jangan digambarkan seluruh Provinsi Bali, dan kenapa kita adakan rapat terbatas di Bali ya untuk menyampaikan pada turis, wisatawan, dan dunia bahwa Bali aman. Kita harapkan target turis di Indonesia, utamanya Bali, sesuai target yang kita tentukan," pungkasnya.


Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menggelar rapat terbatas Kabinet Kerja di Bali. Hasil rapat itu memutuskan status tanggap darurat Gunung Agung dicabut.

Pencabutan tanggap darurat ini tidak mengubah status awas Gunung Agung dengan zona bahaya radius 8-10 km dari kawah. Pencabutan status tanggap darurat juga tidak menghentikan penyaluran bantuan terhadap lebih dari 70.000 pengungsi. (vid/jbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT