Kamil pun mencurahkan perasaannya setelah diceraikan Golkar di tengah jalan. Dia mengaku sangat sulit dan bingung dalam menentukan sosok bakal pendampingnya. Kamil merasa kurang bebas dalam menentukan bacawagubnya sehingga sampai saat ini nihil keputusan.
"Kalau dari awal saya diberi kebebasan, kalau dari awal saya diberi kebebasan memilih, kan sudah saya pilih. Tapi, karena saya tidak diberi kebebasan memilih, di mana masing-masing partai mengajukan calon, maka saya harus menyampaikan ke mereka untuk selalu berkomunikasi," ujar Kamil saat wawancara khusus dengan detikcom di Jakarta Selatan, Kamis (21/12/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emil, sapaan karib Kamil, menyebut dirinya terus menjalin komunikasi dengan partai pengusung tersisa untuk membahas sosok bakal cawagub. Dia berharap komunikasi tersebut lancar sehingga dirinya bisa memutuskan pendamping yang terbaik.
Wali Kota Bandung ini lalu menjelaskan soal hambatan apa saja yang dialaminya dalam menentukan sosok bakal cawagubnya. Dia menyebut, sampai detik ini partai pengusungnya punya sikap masing-masing soal bacawagub sehingga titik temu tak kunjung didapat.
"Ada indikasi ke a, b-nya marah. Ada indikasi ke-b, si a-nya marah. Kan ini kan susah. Itu kenapa sampai hari ini belum karena masih mencoba menghitung lagi apakah kadernya tidak terpilih legowo atau tidak," ucap Emil.
Meski demikian, Emil menghormati proses politik yang berlangsung saat ini antara dirinya dengan seluruh partai pengusungnya. Namun, dia meminta keleluasaan dalam menentukan sosok bacawagubnya.
"Per hari ini saya masih komunikasikan sehari-dua hari. Mudah-mudahan ada kelegowoan dari partai-partai agar bisa memilih wagubnya itu kalau tidak dari partainya tetap mendukung," tutur Emil.
Sejauh ini, Emil didukung oleh NasDem, PPP, dan PKB. Masa pendaftaran untuk Pilgub Jabar yaitu tanggal 8-10 Januari 2018. (gbr/dkp)











































