SBY Minta Dikaji Peluang Pertukaran Tahanan RI-Australia

SBY Minta Dikaji Peluang Pertukaran Tahanan RI-Australia

- detikNews
Kamis, 09 Jun 2005 12:13 WIB
Jakarta - Kasus Corby sampai ke Istana. Persoalan ini dibahas delegasi parlemen Australia saat bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hasilnya, presiden meminta menteri-menteri terkait untuk mengkaji peluang dilakukannya pertukaran tahanan antara RI-Australia.Namun, menurut Menlu Hassan Wirajuda, perjanjian pertukaran tahanan ini tidak sebatas pada kasus Schapelle Corby, wanita Australia yang dijatuhi hukuman 20 tahun penjara dalam kasus narkoba itu."Ini tidak sebatas dalam kasus Corby, melainkan dalam artian yang lebih luas," kata Hassan usai mendampingi Presiden SBY menerima rombongan delegasi parlemen Australia di Kantor Presiden, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (9/5/2005).Menurut Hassan, delegasi parlemen Australia sependapat dengan pemikiran Presiden SBY bahwa pertukaran tahanan tidak hanya untuk kasus tertentu saja. Sehingga jika perjanjian pertukaran penahanan ini terwujud akan bersifat umum.Parlemen Australia, menurut Hassan, juga mendorong pengacara Corby agar memanfaatkan mekanisme hukum di Indonesia yang masih tersedia. Pengacara Corby didorong untuk naik banding, kasasi, sampai mengajukan grasi.Teror Serbuk PutihMenurut Hassan, dalam pertemuan tersebut delegasi parlemen Australia juga menyatakan penilaiannya bahwa proses hukum atas Corby sudah berjalan transparan. Karena itu mereka menyesalkan terjadinya aksi teror terhadap kantor-kantor perwakilan RI di Australia yang diduga terkait kasus Corby.Dalam pertemuan itu juga dibicarakan soal bantuan Australia untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh. Juga dibahas persiapan pelaksanaan East Asia Summit pada Desember mendatang. (gtp/)


Berita Terkait