"Ya sebenarnya seorang Setya Novanto itu orang yang punya daya tahan yang bagus ya, walau kondisinya tekanan yang berat, dia hanya senyum aja," kata Firman, saat dihubungi detikcom, Rabu (20/12/2017) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Novanto orangnya murah senyum walaupun istilahnya dia merasakan beban yang berat, dia paham betul kasus ini sentimennya tinggi, dia kan ekspresif itu hanya dia berusaha melewati kasus ini," ujarnya.
Sementara itu, kuasa hukum Novanto lainnya, Maqdir Ismail mengatakan kondisi Novanto pada saat eksepsi kemarin lebih sehat dibandingkan pada saat pembacaan dakwaan. "Nampaknya beliau agak lebih sehat saja, karena minggu lalu dia mengeluh diare ke saya sejak Jumat, dan itu terjadi pada Rabu pagi. Meskipun kata dokter dia tidak sakit tapi nyatanya dia sakit," ucap Maqdir.
Maqdir mengatakan pada persidangan berikutnya dia mengajukan dokter memeriksa kembali kesehatan kliennya. Agar dapat menjalani persidangan sesuai aturan.
"Kami sudah sampaikan lagi permohonan supaya beliau bisa diperiksa dokter. Menurut hukum orang yang diperiksa di pengadilan atau di penyidikan harus sehat lahir dan batin," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Setya Novanto kembali menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP itu pun kini bisa menjawab pertanyaan hakim.
Ketika sidang dimulai, Novanto dipersilakan majelis hakim untuk duduk di kursi terdakwa. Novanto pun tampak berjalan, tanpa dipapah seperti sidang pekan lalu, menuju ke kursi terdakwa.
"Saudara terdakwa sehat?" tanya ketua majelis hakim Yanto kepada Novanto dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (20/12/2017).
"Sehat, yang mulia," jawab Novanto.
Hakim pun mempersilakan tim penasihat hukum membacakan eksepsi. Pengacara Novanto, Maqdir Ismail, pun mulai membacakan eksepsi. (yld/nkn)











































