Bahasan Jabatan Ketum Alot, Pengurus DPD Diberi Waktu Refreshing

Bahasan Jabatan Ketum Alot, Pengurus DPD Diberi Waktu Refreshing

Andhika Prasetia - detikNews
Selasa, 19 Des 2017 21:29 WIB
Bahasan Jabatan Ketum Alot, Pengurus DPD Diberi Waktu Refreshing
Munaslub Golkar di JCC Senayan. (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Rapat Munaslub Golkar hari ini sudah ditutup. Panitia mengatakan Ketum Golkar Airlangga Hartarto memberikan kesempatan kepada pengurus daerah untuk refreshing sejenak di Ibu Kota.

"Pak Airlangga memberikan kesempatan kepada peserta yang datang dari daerah untuk menikmati Jakarta. Pak Airlangga bisa memaksakan untuk terus (rapat), tapi beliau bilang ke teman-teman diberikan waktu untuk refreshing," ujar Ketua Organizing Comittee Munaslub Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita kepada wartawan seusai Munaslub Golkar di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (19/12/2017).



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun Agus membantah bahwa ada lobi terkait masa jabatan Airlangga sampai 2022 oleh pengurus daerah. "Saya kira itu nggak ada," imbuhnya.

Agus menegaskan rapat hari ini tidak ditunda untuk dilanjutkan besok. Ia mengatakan pengukuhan Airlangga sebagai ketum akan digelar besok (20/12).

"Tidak ditunda. Ini kan masalah timing saja. Ini kan penetapan kan saya kira kami masih punya banyak waktu besok. Kalau kami selesaikan sekarang, jadi besok itu kosong sama sekali nggak ada acara," paparnya.

"Nggak ada masalah teknis, nggak ada masalah organisatoris, masalah itu sudah kami selesaikan," sambungnya.



Rapat akan dilanjutkan besok sekitar pukul 09.30 WIB. Agus mengatakan ada opsi revitalisasi dan formatur untuk membahas kepengurusan partai.

"Revitalisasi kan mempunyai 2 pengertian yaitu perubahan secara besar atau perubahan secara kecil, tapi itu tetap perubahan. Lalu ada konsep formatur dibantu ketua formatur Pak Airlangga dibantu anggota formatur yang lain dan itu bukan revitalisasi. Itu adalah pembentukan kepengurusan baru," jelas Agus.

Agus juga memaparkan ada banyak masukan yang diberikan pengurus tingkat daerah. Masukan tersebut terdiri dari kepengurusan hingga Pilkada Serentak 2018.

"Banyak sekali yang disampaikan teman-teman daerah. Yang pasti periodisasi (masa jabatan ketum), strukturisasi pengurus yang baru, Pilkada, Golkar yang bersih, kemudian pengelolaan partai ke depan, dan lain-lain. Masing-masing peserta punya perspektif sendiri," tuturnya. (dkp/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads