Diskotek MG Produksi Sabu Likuid Berkemasan Air Mineral

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Senin, 18 Des 2017 09:28 WIB
Sabu likuid di diskotek MG (Opik/detikcom)
Jakarta - Petugas gabungan polisi dan BNN Provinsi DKI Jakarta menggerebek Diskotek MG di Tubagus Angke, Jakarta Barat, karena memproduksi sabu jenis likuid. BNN Provinsi DKI menduga Diskotek MG menyamarkan kemasan narkoba menggunakan botol air mineral.

"Sebenarnya bukan jenis baru karena dia punya amfetamin dan metamfetamin. Tapi kemasannya baru, mereka samarkan dengan menggunakan desain botol air mineral," kata Ketua BNNP DKI Brigjen Johny Pol Latupeirissa kepada detikcom, Minggu (17/12/2017) malam.

Lebih lanjut Johny menyebut sabu likuid yang ditemukan di Diskotek MG berbeda dengan narkoba cair atau liquid drugs bermodus rokok elektrik yang sempat ditemukan BNN beberapa waktu lalu.

"Bukan (liquid vape), jadi dia bentuknya sama seperti cairan air mineral. Kelihatannya jernih, tapi itu golongan narkotika," lanjut Johny.



Perlu diketahui, sabu atau metamfetamin memicu pelepasan dopamin yang memicu rasa senang dan euforia. Dalam jangka pendek, ini berakibat pada peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, namun kerusakan otak bisa terjadi jika digunakan dalam pemakaian jangka panjang.

Sebelumnya, dalam penggerebekan Diskotek MG, sebanyak 120 pengunjung diamankan dan masih diperiksa intensif. Menurut Johny, sabu likuid ini hanya diedarkan di dalam diskotek. Yang bisa membeli sabu tersebut hanya yang merupakan anggota seharga Rp 400 ribu per botol ukuran 300 mililiter.

"Sementara ini hasil interogasi masing-masing pengunjung dan yang pengedar yang di dalam itu, edarnya ya di dalam diskotek itu. Jadi, kalau orang mau masuk ke situ, mau pesan narkoba jenis itu, harus gunakan member. Kalau pengunjung tidak ada member, mereka tak berani kasih, dan kenyataannya memang 120 orang terindikasi semua, ya berarti member semua, kan," tuturnya di lokasi, Minggu (17/12).

Video 20Detik: Diskotek MG, Pabrik Sabu Berkedok Hiburan Malam

[Gambas:Video 20detik]

(adf/bpn)