Dorong Novanto 'Bernyanyi', ICW Singgung Kasus 'Kardus Durian'

Dorong Novanto 'Bernyanyi', ICW Singgung Kasus 'Kardus Durian'

Indra Komara - detikNews
Sabtu, 16 Des 2017 13:31 WIB
Emerson Yuntho (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - ICW mendorong Setya Novanto buka-bukaan soal kasus dugaan korupsi megaproyek e-KTP. ICW berharap Novanto tak pasang badan untuk orang lain.

"Bernyanyilah Pak Setnov. Jadi kita minta Pak Setnov untuk ngomong siapa saja yang terlibat," kata Peneliti ICW Emerson Yuntho dalam diskusi Polemik SindoTrijaya 'Setnov Effect' di Restoran Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/12/2017).

[Gambas:Video 20detik]


Emerson menyinggung potensi ancaman kepada Novanto. Dia menyebut sejumlah kasus terdakwa diam tak mau buka-bukaan, di antaranya kasus cek pelawat dan kardus durian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya selalu mengambil contoh kasus kardus durian. Di kasus kardus durian, ketika didakwa ada nama pejabat penting Kemenakertrans, tapi ada saksi yang pasang badan, akhirnya apa, orang-orang itu lolos," ujar Emerson.

Emerson mengatakan kemungkinan 'bernyanyi'-tidaknya Novanto tergantung pengacaranya, Maqdir Ismail, yang juga ada dalam diskusi itu.

"Tergantung Pak Maqdir, Pak Setnov sendirian aja nih atau mau ngajak yang lain, kalau bicara soal ajak-mengajak. Artinya, ya saya selalu membaca tak ada makan siang yang gratis," ujar Emerson.


Maqdir Ismail lalu menanggapi. Dia yakin Novanto tak tahu apa-apa soal kasus e-KTP.

"Saya khawatir beliau itu tidak punya pengetahuan. Mudah-mudahan saya salah, bahwa beliau tidak punya pengetahuan yang cukup. Kalau berharap banyak dari Pak Novanto saja, saya tidak yakin. Satu-satunya yang justru bisa membuka para pengusaha itu," ujar Maqdir. (tor/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads