DetikNews
Jumat 15 Desember 2017, 11:13 WIB

Aksi Bela Palestina, MUI Harap Jumlah Massa Bisa Lebihi Aksi 212

Jabbar Ramdhani - detikNews
Aksi Bela Palestina, MUI Harap Jumlah Massa Bisa Lebihi Aksi 212 Massa Aksi 2 Desember 2016 (212) salat Jumat di bawah guyuran hujan di Monas. (Hasan Al Habshy/detikcom)
Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak umat Islam berkumpul di seberang Istana Merdeka dalam Aksi Bela Palestina. Aksi ini digelar untuk memprotes pengakuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Yerusalem yang disebut sebagai ibu kota Israel.

Ketua Komisi Dakwah MUI KH Cholil Nafis mengatakan klaim sepihak Trump tersebut melanggar peraturan internasional. Aksi Bela Palestina ini merupakan wujud sikap umat yang antipenjajahan.


"(Alasan aksi) Donald Trump melanggar peraturan internasional. Kedua, agama Islam itu antipenjajahan, setiap orang dilahirkan merdeka," kata Cholil saat dihubungi, Jumat (15/12/2017).

"Dan ini jadi ilustrasi dalam pembukaan UUD kita, bahwa kemerdekaan adalah hak seluruh anak bangsa, termasuk juga kita ingin menyampaikan kemerdekaan adalah hak semua bangsa (termasuk Palestina)," sambungnya.


Terkait jumlah massa yang akan datang, Cholil mengatakan tak ada target yang dipasang. Namun dia mempersilakan umat Islam datang karena memiliki tuntutan yang sama.

Di sisi lain, Aksi Bela Palestina ini juga dapat dijadikan ruang silaturahmi umat Islam untuk berkumpul dan menyampaikan aspirasi soal kemerdekaan Palestina. Aksi ini melibatkan elemen dari NU, Muhammadiyah, Persis, dan lainnya. Cholil mengatakan umat nonmuslim juga dipersilakan datang ikut Aksi Bela Palestina.


"Kita tidak pakai target, ya. Siapa pun, umat Islam yang mau datang silakan. Ini kan ada common sense, tuntutan yang sama, dan sisi lain kita silaturahim, orang Islam berkumpul untuk menyampaikan pendapatnya," ucap Cholil.

"Kalau 212 saja 7 juta bisa, kan kalau ini bisa saja 10 juta. Tapi ini kan bisa lebih, kalau hitung-hitungan akal. Silakan gerakkan hatinya untuk menuju Monas, menyampaikan aspirasi yang pertama, yang kedua silaturahim antarmasyarakat di Indonesia," imbuhnya.


Aksi ini akan digelar pada Minggu (17/12) nanti. Aksi dimulai dengan salat subuh berjemaah di Masjid Istiqlal dan masjid di sekitar Monas. Setelah itu, massa berkumpul di taman seberang Istana Merdeka untuk menyampaikan protes atas klaim Trump terhadap Yerusalem.
(jbr/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed