MMI:
Bom Itu untuk Menjebak Abu Jibril
Rabu, 08 Jun 2005 10:57 WIB
Jakarta - Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) bersuara keras atas insiden ledakan bom di halaman salah satu pengurusnya, Abu Jibril. MMI menilai bom itu hanya jebakan sebagai alasan untuk menangkap ustad itu.Demikian disampaikan Ketua Departemen Data dan Informasi MMI, Fauzan Al Anshori, pada detikcom lewat telepon, pukul 10.00 WIB, Rabu (8/6/2005). Saat ditelepon, Fauzan tengah di Polsek Pamulang, tempat Abu Jibril diamankan.Di MMI, pria yang pernah dipenjara 2 tahun tanpa diadili di Malaysia dengan tuduhan terlibat terorisme itu, duduk sebagai Dewan Pemutus Kebijakan. Organisasi ini dipimpin oleh Abu Bakar Ba'asyir yang kini masih ditahan di Rutan Salemba, Jakarta Pusat."Kami menduga Abu Jibril jadi target. Kami menduga keras rumah itu sengaja dipasangi bom untuk kemudian menangkap Abu Jibril. Itu kan menjebak!" tegas Fauzan.Kecurigaan Fauzan muncul karena bom itu terasa janggal. Misalnya saja bom meledak di halaman dan saat situasi tengah sepi-sepinya. "Tidak ada kerusakan yang timbul, yang luka juga tidak ada soalnya masih banyak yang tidur," kata Fauzan.Terkait kasus ini, MMI mengeluarkan tiga sikap. Pertama, teror bom tersebut adalah tindakan keji untuk membungkam kevokalan Abu Jibril menegakkan syariat Islam.Kedua, MMI menyesalkan karena teror bom selalu dikaitkan dengan kelompoknya.Ketiga, mewaspadai upaya-upaya tertentu untuk memutarbalikkan fakta yang mengarah menjadikan korban (Abu Jibril) sebagai tersangka. "Karena sebelum kejadian itu kita diberitahu ada orang tak dikenal memperingatkan agar tak mendekati rumah Abu Jibril," papar Fauzan.
(nrl/)











































